Kenaikan Pemudik Diprediksi Pada Angkutan Kereta Api Dan Pesawat

RAPAT-Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Nasrun Umar, SH, MM saat memimpin rapat koordinasi angkutan Idul Fitri Tahun 2015 di Gedung Dishubkominfo Sumsel, Jumat (26/6)
RAPAT-Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar, SH, MM saat memimpin rapat koordinasi angkutan Idul Fitri Tahun 2015 di Gedung Dishubkominfo Sumsel, Jumat (26/6)

Palembang, BP  – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Nasrun Umar, SH, MM memastikan  kalau pihaknya dan jajarannya siap mengantisipasi angkutan Idul Fitri tahun 2015.
Dijelaskan Nasrun , potensi angkutan yang disiapkan berkaca pada tahun 2013, pada angkutan lebaran tahun 2013 dari evaluasi akhir banyaknya penumpang terangkut pada angkutan tahun 2013 sebanyak 639.480, pada tahun 2014 sebanyak 609.219 dimana terjadi penurunan 5.0 persen. “Pada tahun ini kelihatannya dari iklim yang berkembang , itu terjadi penurunan dari angkutan penumpang melalui darat yang kurang lebih sama estimasinya 5.0 persen,”Katanya, Jumat (26/6) dalam rapat koordinasi angkutan Idul Fitri Tahun 2015 di Gedung Dishubkominfo Sumsel.
Penurunan penumpang melalui darat ditahun 2015 ini menurutnya disebabkan sudah banyak penumpang yang menggunakan mobil pribadi dan kendaraan roda dua selain itu beralihnya dari moda darat ke moda udara , karena sekarang sudah banyak regonyo yang mirip-mirip, Palembang- Lampung Rp400 ribu, yang darat Rp250 ribu tapi ini cuma 50 menit, idak capek,” katanya.
Untuk angkutan keretaapi pada tahun 2013 total penumpang yang diangkut 76.151, pada tahun 2014 meningkat menjadi 114.607 , peningkatan ini dikarenakan Dishubkominfo Sumsel sudah menyiapkan ada ekonomi lokal. ” Ada penambahan signifikan 25. 265 sehingga total penumpang yang diangkut pada masa lebaran tahun 2014 sebanyak 114.607 kenaikan terjadi 46,6 persen ,” katanya.
Dan pada tahun 2015 , dengan melakukan koordinasi dengan PT KAI, diperkirakan estimasi penumpang diangkut pada masa lebaran 2015 sebanyak 119.191 atau naik 4,0 persen dari tahun 2014. Selain itu untuk angkutan udara pada tahun 2013  jumlah penumpang pada masa lebaran 146.678 dan pada tahun 2014 penumpang yang terangkut pada masa lebaran 156.824 naik 8,98 persen dimana seat yang disiapkan 196.156 dan tidak ada ekstra flight. “Jadi ditahun 2015 ini angkutan udara akan mengangkut penumpang diperkirakan 172.970 atau naik 8,96 persen,” katanya.
Untuk angkutan laut kapal cepat Palembang-Bangka di Boom Baru sudah sepi penumpang dan turun 20 persen tahun 2015 ini , karena orang lebih banyak naik pesawat terbang jurusan Palembang-Bangka yang sudah murah dan sudah ada pelabuhan penyebrangan di Tanjung Api-Api yang lebih bagus dan lebih cepat. ” Ini akan kami carikan solusi untuk para pengusaha kapal cepat ini,” katanya.
Selain itu menurut Nasrun untuk masa angkutan lebaran tiap-tiap moda  angkutan transportasi     berbeda dimana untuk  moda angkutan jalan H min 7 sampai H plus 7, keretaapi H min 10 sampai H plus 10, penyebrangan sama H min 10 sampai H plus 10 , angkutan laut atau angkutan cepat H min 20 sampai H plus 7, angkutan udara H min 7 sampai H plus 7. ” Tahun ini Dishub Sumsel menyiapkan posko-posko dalam hal mengantisipasi semua persiapan baik itu permasalahan yang timbul dan bagaimana diselesaikan, posko induk Kantor Dishubkominfo Sumsel dibantu posko pembantu angkutan darat di mana surat Dirjen Perhubungan Darat , bahwa di hari H min 7 dan H plus 7, seluruh PTT atau  UPTKB yang ada  harus menjadi rest area, PTT Pematang Panggang, PTT Senawar Jata, PTT Kota Baru Martapura, PTT Simpang Nimbung, PTT Merapi, Lahat,” katanya.
Dengan diberlakukannya pergub nomor 14  tentang angkutan sungai tahun ini kita adakan posko pembantu pada lintas angkutan sungai ada enam di Pos angkutan sungai di Sekanak, Muara Kumbang, PPAS Air Sugihan, PPAS Simpang PU, PPAS Sungsang/TAA, PPAS Sembilang yang berkoordinasi dengan Direktorat Polair Polda Sumsel dan Lanal Palembang.
” Di Bandara SMB II Kita ada posko pembantu, juga di stasiun Damri, stasiun keretaapi, pelabuhan boom baru Palembang, pelabuhan penyebrangan Tanjung Api-Api, pada posko induk kabupaten dan kota adalah kantor Dishub kabupaten kota Se Sumsel, dan posko pembantu terminal angkutan penumpang kita ketahui ada 8 terminal tife A, Tife B ada 17 terminal , tife C 11 terminal, posko terminal ini dibentuk bagaimana cara mengantisipasi dan melakukan pengawasan kepada armada angkutan darat dan operatornya dimana terminal ini akan di cek laik jalannya , kesiapan saranannya , jika memungkinkan operatornya kita periksa apakah punya SIM, cukup umur dan apakah sedang mengkomsumsi narkoba atau alkohol itu bentuk antisipasi terjadinya musibah yang tidak diinginkan,” Katanya.
Pihaknya juga sudah memetakan ada rawan macet dan bencana di Sumsel ,” Rawan longsor ada di tebing tinggi, Mura, Baturaja Sugiwaras, Simpang Air Dingin Pagaralam, sedangkan pasar tumpah ada di pasar Tebing Tinggi, pasar Sungai Lilin, Simpang Indralaya, Tugu Mulyo dan sebagainya. Sedangkan rawan macet ada di kabupaten Empat Lawang, Terminal Alang-Alang Lebar.
Selain itu pihaknya menyiagakan 11 mobil derek yang ditempatkan pada titik-titik rawan macet dan rawan bencana termasuk longsor. ” Provinsi ada tiga mobil derek yang ditempatkan di PTT Pematang Panggang OKI,  PTT Merapi, Lahat dan PTT Prabumulih, Palembang ada tiga unit mobil derek, Banyuasin di tempatkan di Betung dan Sungai Lilin, Muba di tempatkan di kota Sekayu, Ogan Ilir di tempatkan pada ruas Indralaya, OKU satu unit pada Baturaja, ” katanya. (Osk/BP)



Leave a Reply