28 Siswa Dan 6 PNS "Digaruk" Pol PP

pol pp
 
 
 
 
 
Lubuklinggau, BP
Sedikitnya 28 pelajar dan 6 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau terjaring terjaring dalam razia yang digelar personel Polisi Pamong Praja (Pol PP) Lubuklinggau, kemarin, Senin (7/9). Para pelajar sebagian besar terjaring mengenakan pakaian sekolah di warnet dan bilyard, sedangkan oknum PNS di swalayan.
Para pemuda harapan bangsa itu terdiri dari 26 pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 2 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Razia dimulai pukul 09.00 WIB – 12.00 WIB. Mereka dinaikan dan diangkut kedalam truk Sat Pol PP yang kemudian dibawa serta dikumpulkan ditengah-tengah lapangan parkir gedung balai Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk didata.
Selanjutnya, pelajar yang terjaring dibariskan didepan tiang bendera dan diminta untuk hormat dengan tegap menghadap ke bendera merah putih. Disamping itu, mereka di berikan hukuman push up sebanyak 10 kali yang dilakukan secara bersama-sama dengan aba-aba hitungan.
“Mereka didata, orang tua atau keluarganya dipanggil. Termasuk guru atau kepala sekolah mereka,” kata Kepala Satpol PP Lubuklinggau, Elbaroma dihadapan wartawan.
Razia yang dilaksanakan pihaknya merupakan razia rutin dalam rangka ketertiban dan keamanan masyarakat. Sekaligus menyikapi persoalan kenakalan pelajar. Dan razia tersebut dilakukan preventif serta berkelanjutan dengan melibatkan aparat Polisi dan Denpom agar memberikan efek jera terhadap pelajar yang keluyuran dan bolos sekolah dijam pelajaran.
Pol PP juga dalam razia tersebut tak hanya menggaruk dan membuat surat peringatan kepada pelajar yang bolos, tiga pemilik usaha warnet ikut diberikan surat panggilan serta peringatan. Itu dilakukan dalam rangka pembinaan dan diminta pelaku usaha warnet agar tidak menerima pelajar yang keluyuran dijam sekolah.
“Pemilik warnet sudah diberi surat panggilan dalam rangka pembinaan. Pemilik warnet kita suruh buat surat pernyataan, supaya mereka tidak terima anak-anak sekolah,” bebernya.
Bersama razia tersebut, digaruk pula enam pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah tempat pusat keramaian serta pasar. Mereka yang keluyuran beralasan diantaranya mengaku baru balik dari bank dan urusan adminsitrasi atau pembayaran telepon dirumah. “Mereka didata dan kita laporkan ke BKD dan isnpektorat,” bebernya.
Sementara itu, R (14), salah satu pelajar SMP yang tergaruk dalam razia Pol PP mengaku dirinya nekad minggat sekolah lantaran takut kena razia rambut. “Saya takut dirazia rambut. Jadi minggat ke warnet main game online,” pungkasnya. O. Kur



Leave a Reply