Gubernur Tanggapi Santai Soal Pengeritik Asap

GUBERNURPalembang,BP- Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengaku dibully di media sosial (Medsos) , dinilai tidak becus menangani bencana kabut asap di Sumsel, namun Gubernur menanggapinya santai saja.
Menurut Gubernur tinggal dijelaskan saja kalau perjuangan ini maksimal dan selama ini pihaknya dibantu pemerintah pusat dan sudah luar biasa dalam memadamkan api di Sumsel.
“Bencana kabut asap yang terjadi di Sumsel. Padahal kita sejak 26 Februari 2015 mencanangkan siaga asap. Saya dibully di medsos. Pak gub malu-maluin, sampai presiden datang ke Sumsel. Beliau yang bully tidak tahu, presiden datang ke Sumsel lantaran tidak bisa mendarat ke Kalimantan, Riau, dan hanya bisa mendarat ke Sumsel. Dan Alhamdulilah, kedatangan presiden, dapat berkah, dapat bantuan pemadaman kebakaran,” kata Gubernur  menyampaikan tanggapan dan/atau Jawaban Gubernur Sumsel terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2015 Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (14/9).
Bagi pengkritik, Alex Noerdin mengajak untuk sama-sama memadamkan api di darat.
Menurutnya bencana  Ini terjadi di lahan gambut, di atas padam, di bawah masih membara selain itu luasnya wilayah terbakar dan sulitnya medan serta air mulai kering.
Gubernur mempersilahkan wartawan melihat langsung kondisi lapangan dan akan tahu betapa berat medan yang harus dilalui.
“Berjalan saja butuh kekuatan, karena panas. Jadi tolong dihargai TNI dan Manggala Agni atas usaha mereka melakukan pemadaman,” ujarnya.
Alex Noerdin juga minta dukungan penuh kepada anggota DPRD Sumsel untuk sama-sama satu kata.
“Ini musibah, ada 15 langkah yang sudah dilakukan sejak awal, tapi masih terbakar juga,” katanya.
Gubernur memperkirakan kalau sebelumnya sudah turun hujan di Sumsel namun hujan sebenarnya menurutnya di perkirakan di akhir November.
” Kalau ada pansus asap bagus juga supaya anggota dewan ikut kesana , siapa dia tahu, mudah-mudahan ada rekomendasi yang bisa kita gunakan ,” katanya.
Selain itu menurutnya untuk menuding perusahaan ikut membakar lahan harus ada bukti dan jangan menduga-duga.
” Sekarang sudah luar biasa , perintah presiden langsung kalau perlu cabut langsung izinnya  HGUnya , sekarang ada 26 perusahaan di Sumsel yang di investigasi,” katanya. osk



Leave a Reply