Keluarga Polisi Keroyok dan Lecehkan Wartawan

POLISIPalembang, BP-Tak terima telah dikeroyok dan diancam akan dibunuh, serta merasa profesinya dilecehkan oleh oknum polisi dan keluarganya, Hasandri Agustiawan (39) wartawan koran ini melapor ke Polresta Palembang, Sabtu (4/10) malam.

Menurut Hasandri, peristiwa penganiayaan yang terjadi di depan rumahnya di Jalan Silaberanti, Komplek Silaberanti Indah, Blok D 36, RT27, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I Palembang itu bermula setelah lemparan telur ke rumahnya.
“Setiap malam Jumat selalu ada bekas lemparan telur di depan rumah. Tadi malam baru tahu kalau yang melempar adalah Epi (terlapor) dan kami juga tidak tahu masalahnya. Tapi memang sering mengancam,” ujarnya saat ditemui, kemarin.
Melihat hal itu, Hasandri melanjutkan dirinya bertanya, namun terlapor yang merupakan istri dari Aiptu Ibnu Umar, oknum polisi yang bertugas sebagai anggota Babinkamtibmas di Polsek SU I Palembang malah marah, memaki dan memaksa korban untuk keluar dari pekarangan rumah.
“Sambil mendorong dahi, dia memaki kalau saya wartawan gadungan, tukang peras dan tidak punya kantor. Tapi saya tidak mau melawan dan tetap berada di dalam pekarangan rumah,” paparnya.
Tak lama kemudian, suami pelaku masih dengan pakaian dinas keluar dari rumah bersama anak-anaknya menantang serta memaksa keluar dari pekarangan rumah dan mengancam akan dibunuh. Bahkan menurut Hasan, Epi, meminta suaminya mengeluarkan senjata api untuk menembak dirinya.
“Waktu ribut itu, anaknya menarik tangan saya, sampai luka lecet. Tapi tetap tidak mau keluar dan anaknya menantang agar saya melaporkan kejadian ini. Katanya, tidak ada yang berani menangkap bapak saya,” tutur Hasan.
Hingga akhirnya keributan mereda, setelah keluarga korban yang sempat dihubungi datang serta pelaku bersama keluarganya pergi. “Sebelumnya dia (Ibnu) sempat mengatakan, dalam satu bulan ke depan saya akan dibunuh,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol Suhardiman membenarkan bahwa terlapor adalah anggota Polsek SU I, yang bertugas sebagai anggota Babinkamtibmas dan yang bersangkutan juga membuat laporan.
“Betul anggota saya dan tidak masalah wartawan tersebut melapor masalah pengeroyokan itu, anggota saya juga sudah membuat laporan. Nanti kita lihat saja kebenarannya,” kata kapolsek.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede juga membenarkan kalau saat ini pihaknya telah menerima pengaduan korban yang tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B- 2201/X/2015/Sumsel/Resta.
“Laporan ke kita sudah diterima dan terkait persoalan tindak pidana yang dilaporkan juga akan segera kita tindaklanjuti,” tandasnya.ris


Leave a Reply