
“Pola pelantikan kali ini tidak seperti dulu, akan jauh lebih sederhana dan berbarengan dengan pelantikan rektor lain. Yakni, rektor Universitas Lampung dan Universitas Andalas,” katanya, kepada BeritaPagi, saat dihubungi, Rabu (18/11).
Ia menjelaskan, pihak Kemensistekdikti sudah menghubungi secara lisan perihal pelantikannya. Dipastikan acara berlangsung pada tanggal 23 November pukul 09.00 wib. Namun, undangan dan pemberitahuan resmi hingga kemarin belum diterimanya.
“Saya masih menunggu surat undangan secara resmi. Kalau sudah ada undangan resmi berarti pasti akan dilantik. Tapi hingga kini belum menerima jadi belum tahu persisnya jadwalnya benar atau tidak,” ujarnya.
Untuk undangan, dibatasi maksimal 25 orang. Mengingat acara pelantikan dalam bentuk serah terima jabatan, maka dipastikan pihak senat Unsri akan hadiri dalam kesempatan itu.
“Internal Unsri juga akan menggelar acara sendiri setelah pelantikan. Acara pisah sambut itu akan dihadiri Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang sekitar awal Desember,” terang Anis.
Seperti diketahui, pelantikan Rektor Unsri periode 2015 – 2019 ini untuk menggantikan Prof Badia Parizade yang sudah memimpin dua periode sebelumnya. Sebelumnya Badia mengatakan, rektor terpilih akan dilantik pada tanggal yang sama dengan pelantikannya dulu.
Untuk program universitas yang masih harus dikembangkan, Badia berharap Rektor terpilih bisa meningkatkan kualitas akademik Unsri menjadi akreditasi A. Selama ini Unsri memang sudah terus menaikkan statusnya dan terakhir sudah menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Disinggung bergesernya posisinya sebagai rektor eksisting, dia menyatakan tidak menjadi masalah.
“Rektor itu hanya tugas tambahan. Tugas utama ya mengajar, jadi dosen,” pungkasnya. Oadk