Sosialisasi Bahaya Paham Radikal di Lapas Merah Mata

1Palembang, BP-Untuk mengantisipasi perkembangan isu mengenai kelompok radikal di Indonesia khususnya di Wilayah Hukum Polda Sumsel, Polda Sumsel Bidang Humas Polda Sumsel turut aktif melakukan penyuluhan tentang ancaman paham radikal tersebut mengingat Bangsa Indonesia umat islam sedang menjalankan ibadah puasa.
Di Provinsi Sumsel terdapat dua warga Sumsel yang diamankan terkait teroris yang kini ditahan di Lembaga Permasyarakatan Klas 1 Palembang Merah Mata, Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol DJarod Padakova melalui  Kompol Soeryadani,SH selaku Kaur Pensat Bidang  Humas Polda Sumsel, Senin (6/6)  melakukan sosialisasi ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas)  Klas 1 Merah Mata Palembang , yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Lapas Palembang Klas 1 Merah Mata, Palembang  Rochkidam dan Hasan sebagai Kepala Keamanan Lapas Palembang Klas 1 Merah Mata, Palembang.
Soeryadani  menuturkan kedatangan ingin berbagi pengalaman untuk menangkap radikal dan deradikalisasi. Mengingat yang
bersangkutan pernah bertugas di Poso.
“Kedatangan saya kesini untuk melihat dan berbagi pengalaman saya yang pernah bertugas di Poso sekaligus turun langsung mengantisipasi bahaya radikal disana, dimana kita dari humas Polda Sumsel masuk dalam Satgas, sekaligus antisipasi mengingat kita Sumsel akan menyelengarakan Sea Games, jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi.” katanya.
Dipilihnya sosialisasi ke Lapas Merah Mata menurutnya, karena disana terdapat 2 warga Sumsel yang menjadi teroris salah satunya yaitu Dedi Irawan salah satu anggota jaringan Santoso yang berhasil ditangkap Densus 88, diserahkan ke Lapas Merah Mata  pada tanggal 18/4/2016 lalu.

Dalam pertemuan itu. Kepala Bidang Pembinaan Lapas Palembang Klas 1 Merah Mata, Rochkidam, menjelaskan. Jika kedua warga Sumsel yang masuk dalam jaringan teroris saat ini pihaknya masih mengumpulkan data data keterlibatan mereka.
“Kita masih kesulitan mengali informasi terkait jaringan teroris
Santoso ini, karena Dedi ini masih diam bahkan pihak BNPT terus

melakukan rehab, sebaliknya salah satu tahanan teroris lainnya Adin yang terlibat perampokan yang diketahui hasil rampokannya untuk teroris ada di sini, tapi keluarga Dedi masih tetap membesuk Dedi,”  jelas Rochkidam.#osk


Leave a Reply