
Dalam dialog kebangsaaan yang dipandu Fatkurohman (Praktisi Media) di Polda Sumsel, Kamis (1/3/2018) yang dilaksanakan oleh Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Sumsel, setidaknya ada 3 bentuk radikalisme yakni radikal pemikiran, radikal perilaku dan radikal tindakan.
Ketua FKUB/MUI Sumatera Selatan Prof KH Aflatun Muchtar menjelaskan paling ada empat peran yang harus dilakukan tokoh agama untuk mencegah radikalime beragama.
Fitriana, S. Sos, M. Si Plh Kepala Kesbangpol Sumsel mengatakan untuk mencegah radikalisme di Sumsel pihaknya selalu kerjasama dengan kelompok agama dan mengayomi seluruh agama. “Deteksi dini dilakukan dengan merangkul kelompok-kelompok agama dan kerjasama dengan para tokoknya, “katanya.
Pihaknya bersyukur saat ini Sumatera Selatan yang zero konflik radikalisme beragama dan lainnya. “Poin pentingnya mengayomi dan bersikap tegas, “ujarnya.
Sementara Akademisi UIN Raden Fatah Dr. Hari Junaidi menjelaskan perlu kewaspadaan terhadap ujaran kebencian yang marak saat ini yang berlebel informasi hoaks. “Generasi muda harus cerdas memilah informasi hoaks di Medsos saat ini, “terangnya.
Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Bimo Anggoro Seno mengatakan kepolisian tetap waspada terhadap potensi radikalisme beragama di Sumatera Selatan dengan kerjasama dengan tokoh agama, pemerintah daerah dan terjunkan tim pencegahan. (FK)