DKP Protes Tari Gending Sriwijaya Di Bawakan Secara Sembarangan

Palembang, BP
Para penggiat tari di kota Palembang saat ini ramai membicarakan tampilan tari Gending Sriwijaya yang diacak sehingga merusak pakem yang ada. Tari awal memang tari Gending Sriwijaya memang sudah baku, baik bentuk, ragam gerak, kostum, jumlah penari, fungsi dan perannya.
Tari Gending Sriwijaya yang sembarangan justru  ditampilkan  saat di acara Solo Menari dalam rangka Hari Tari Sedunia di Solo, pekan lalu oleh salah satu SMA swasta dari Palembang.
Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Alintani memprotes hal tersebut, dia menilai kalau Tari Gending Sriwijaya dibuat dengan perhitungan yang matang , baik jumlah, dimana gerakan tari gending Sriwijaya mengikuti syair yang ada di dalam tarian Gending Sriwijaya.
“Kalau mereka mengubah-ubah, berarti sudah mengubah karya orang, lagu dan tari itu satu kesatuan dan tidak bisa di ubah , tidak bisa di utak atik , itu sudah mentradisi dan sudah menjadi tari sambut sejak zaman kemerdekaan , zaman Jepang dan ada gangguan di tahun 1965 , karena meletusnya pemberontakan G 30 S PKI , kemudian di tarikan lagi tahun 1968 itu Asnawi Mangkualam membuat tari tersebut, tari sambut untuk orang pertama di dalam negeri yaitu Presiden dan untuk mensakralkan tari itu, artinya tari itu bagus sudah,” katanya, Rabu (2/5).
Menurutnya, kalau ada yang mau mengubah tari Gending Sriwijaya , itu membuat tari Gending Sriwijaya tidak bisa di sakralkan lagi.
“Kita belum ajukan protes ke Pemkot dan SMA tersebut, kita ajukan ke publik dulu , nanti kita akan buat surat khusus , satu kesekolah dan kedua ke Disdik Provinsi, agar membina sekolah-sekolah tersebut, karena tari Gending Sriwijaya ini sudah menjadi warisan budaya tak benda tahun 2013 lalu, artinya pemerintah bertanggungjawab konsekuensi dari warisan budaya itu , harusnya di bina, sekolah itu salah satu lembaga yang penting untuk warisan , agar generasi muda paham dengan sejarah dan budaya tarian ini,” katanya.
Pihaknya pernah mengadakan work shop tarian kemarin , pihak Disdik Sumsel undang namun tidak ada yang datang .
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo ketika dihubungi beberapa kali HPnya tidak diangkat.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengaku tidak mengetahui ada SMA di Palembang yang membawakan tari gending Sriwijaya di even nasional yang sembarangan.
“Kalau ada infonya saya akan cek , jika benar ada sekolah yang menampilkan tari Gending Sriwijaya yang sembarangan,” katanya.
Irene sepakat kalau tari Gending Sriwijaya memiliki pakem yang harus di taati saat di bawakan dan tidak bisa di bawakan secara sembarangan, apalagi tarian Gending Sriwijaya memang di ciptakan sebagai sebuah karya seni oleh penciptanya
Apalagi tari Gending Sriwijaya ini menurutnya, sudah di akui menjadi warisan budaya tak benda tahun 2013 lalu.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo ketika di hubungi mengaku kalau itu bukan kapasitasnya untuk mengomentari hal tersebut namun dua menyarankan guru sekolah tersebut jika anak-anaknya membawakan tarian harus mentaati pakem, aturan dan gerakan yang ada dan jangan membuat gerakan baru.
“ Kecuali kalau mau membuat tari kreasi silahkan saja,” katanya.#osk



Leave a Reply