Nol Koma di Survei Alvara, PSI: Apa Pun Bisa Terjadi Sampai April


Juru bicara PSI Dara Adinda Nasution (dokumentasi PSI)


Jakarta – Hasil survei Alvara Research Center menyatakan elektabilitas PSIberada pada angka 0,2%. Atas hasil tersebut, PSI mengaku tetap optimistis karena apa pun bisa terjadi hingga pemilu nanti.

“Semua hasil survei akan kami pelajari. Namun perlu diingat pula bahwa survei adalah potret elektabilitas hari ini. Dalam politik yang dinamis dan undecided voters yang masih tinggi, apa pun bisa terjadi sampai April. Kami tetap optimis,” kata juru bicara PSI, Dara Adinda Nasution, kepada detikcom, Jumat (11/1/2019).

Dia mengatakan PSI mengapresiasi survei Alvara tersebut. Nantinya, PSI bakal mempelajari hasil survei Alvara karena dinilai berbeda dengan hasil survei lainnya.

“Detailnya kami akan pelajari. Namun, menurut lembaga survei yang lain, hasil survei kami membaik. Misalnya, survei Y Publika menyebut elektabilitas PSI mengalami kenaikan signifikan di angka 2,6 persen. Berdasarkan survei ETOS, elektabilitas PSI sebesar 1,7%,” ucapnya.

PSI memperoleh angka 0,2% dalam survei elektabilitas parpol yang dirilis Alvara. Survei itu dilakukan pada periode 11-24 Desember 2018 dengan metode multistage random sampling.

Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 responden terpilih dari 34 provinsi di Indonesia dengan margin of error 2,88%. Angka 0,2% tersebut menempatkan PSI pada posisi tak aman karena, untuk masuk parlemen, ambang batas yang harus dipenuhi sebesar 4%. (haf/haf)



Leave a Reply