
Palembang, BP
Anggota DPR RI, Achmad Hafisz Tohir mengapresiasi debat publik yang di gelar KPU RI untuk calon Presiden dan calon Wakil Presiden.
“Saya kira debat publik presiden itu bagus, walaupun secara kultural Indonesia itu bukan negara barat, tapi pola pikir yang mentransparansikan ide atau konsep seorang calon presiden agar diketahui rakyat secara terbuka sebetulnya sudah menjadi model rule baru bagi demokrasi dunia, dan saya menyambut positif hal itu, agar kita semua mendukung upaya-upaya ini, supaya kita mengetahui dan tidak membeli kucing dalam karung,” kata Hafisz Tohir yang juga Wakil ketua Komisi XI DPR RI, saat kunjungan ke Palembang, Senin (14/1).
Konsep kedua pasangan capres-cawapres RI akan diketahui dari debat tersebut.
Hafisz yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI ini berharap kedua capres mengambarkan secara detil konsep ekonomi pada debat publik pilpres mendatang. Sehingga dapat diketahui bagaimana kedua capres untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui konsep ekonomi yang bakal diterapkan jika terpilih sebagai presiden RI.
“Yang paling penting saya kira rakyat menunggu konsep ekonominya, bagaimana cara mereka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya berharap nanti ada poin tertentu yang secara detil digambarkan salah satu capres atau kedua capres. Bagaimana masyarakat miskin ini bisa menjadi tidak miskin lagi, atau katakanlah hutang kita dari banyak semakin berkurang. Okelah dia nambah hutang, tapi GDP nya meningkat, sehingga kemampuan kita membayar juga meningkat, ini penting di gambarkan supaya tidak terjadi lagi solah-olah pertanyaan yang tidak terjawab oleh kita sebagai stekholder di negara ini,” katanya.
Debat tersebut menurutnya dapat merubah suara sekitar 5 persen.
“ Secara pribadi saya juga melihat tetap saja kotak suara dari kaleng alumunium tetap bagus dari pada kardus, saya enggak mengkritik apa yang sudah di putuskan di DPR , karena itu sudah putusan bangsa ini,” katanya.#osk