Vertigong dari Yogyakarta awalnya merupakan nama repertoar, dan Vertigong juga sebagai sebuah kelompok yang dimaksudkan untuk pembeda antara ruang eksplor dan capaian artistik sebagai identitas personal. Agar secara eksternal punya peta dan otoritas sendiri. Sejak awal 2023 Purwanta bersemangat mengajak generasi baru musik Indonesia untuk berkarya.Saat ini Vertigong sedang mempersiapkan rencana Tour Eropa 2024.
Tampil di Showcase Indonesian World/Jazz Meeting 17 November 2023 di ARTotel Suites Bianti Yogyakarta dengan line up personil
Purwanta (Bonang),
Paulus Neo Prasetyo (Piano),
Mohamad Farigh Dewanto (Bass),
Dimas Suryo Kencono (Drum)
Anting Retno Windhari Widodo (Vocal).
Vertigong memainkan 2 repertoar yang pertama berjudul OVER HEAD,
repertoar instrumental yang agak unik karena selain ritme dengan berbagai metrik juga ada frasa. Hal demikian hanya bisa dilakukan dengan tali-rasa atau intuitif untuk mencapai takaran artistik. Walaupun sangat mengedepankan tekhnik tapi masih sanggup menawarkan nyawa yang utuh dalam permainan.
Repertoar ke dua ME-GRAND (migren)
bercerita tentang mimpi besar harapan untuk memberi karya terbaik sehingga ada alasan menjadi grand.
Ketika ternyata jalan itu tidak mudah.
Dibutuhkan kesanggupan memasuki wilayah kontemplasi untuk menyelaraskan antara keinginan dan kenyataan.
Penampilan Vertigong yang unik ditonton langsung Ivan Blagojevic dari Nisville Jazz Festival dan Vinko Mihajlovic dari Petrovac Jazz Festival Montenegro, dan akan mengundang Vertigong tampil di 2 Festival Jazz luar negeri tersebut.
