Ngayogjazz Yang Ke-17 Tahun 2023 Tetap Gratis & Unik

 

Sambil memancing nonton jazz hanya ada di Ngayogjazz yang berlangsung Sabtu 18 November 2023 di Dusun Gancahan Sidomulyo, Godean Sleman. Terlihat di Panggung Hamengkoni yang letaknya tepat di samping telaga berdiri megah MLD Stage Bus yang semakin malam penonton tumpah ruah. Sejak sore sudah tampil Romansa dari Komunitas Jazz Purwokerto, Kartabaya ada Alfado Jacob (gitar) Kevin Pieter (kontrabass) Elnoe Budiman (drum) menjelajahi jazz dengan khas konsep bermusik dengan repertoar komposisi dari album terbarunya Off To The East, Papiculo, Monday Ft Tevy dari Solo Jazz Society, Farah Di feat Bagus Cokro & Agung Prasetyo. Penampilan Eva Celia bersama MLD Jazz Project menjadi yang paling banyak ditunggu. Kevin Yosua Quartet tampil menawan dengan membawakan karya dari album barunya Ideal(is)me.

Panggung Hanyengkuyung berada di area bekas sawah yg ditanami jagung, panggung unik dengan paduan kreasi kerajinan ayam bambu. Trejazzcom dari Trenggalek Jazz Community tampil awal di stage ini, disusul penampilan Suma Budhaya Dari Komunitas Omah Moesik Pekalongan yang membawa konsep paduan etnik Jawa dan jazz tampil dengan balutan busana kejawen serta lagu berbahasa jawa. Berikutnya ada Jazztilan Ponorogo, FjazzC, Sweet Swing Noff Big Band asal Surabaya. Dengan Conductor Hariono membawakan repertoar instrumental Neat Vodka, dua penyanyi Dest Agustina dan Benny Kartono masing masing menyanyikan karya orisinil dan lagu Stolen Moments. Tom Van Der Zaal Quartet feat Rubah di Selatan disusul Bintang Band. Panggung ini ditutup aksi Sirkus Barock x Iksan Skuter yang menyedot banyak penonton.

Pendopo Joglo dengan kreasi sorotan lighting warna warni membuat tampilan saat malam Panggung Hangayomi eksotis. Joglo Bengkel Kayu ini dibuka dengan tampilnya Jogya Blues Forum, Koen The Gitar Band – Aldint, Totok Tewel, Kretek Beats duo dinamis berbasis Den Haag/Rotterdam dibentuk oleh multi istrumenis Alfan Emir Adytia dan Bintang Manira Manik dari Jogya dan Bandung. Menggabungkan lapisan suara mistis melalui frekwensi akustik yang menghasilkan sound yang unik. Tampil berikutnya Kemisan Jazz Malang, Samy Thiebault & Felipe Cabrera, Bassist Bintang Indrianto membawa projectnya One Twenty bersama Mia Ismi (violin+singers), Eugene Bounty (clarinet), Marvellio (drum) beberapa komposisi ditampilkan mendapat applause dari penonton. Kuntari grup yang digagas musisi Bandung Tesla Manaf dengan konsep musik eksperimentalnya tampil akhir di stage ini.

Pembukaan Ngayogjazz 2023 dipusatkan di Panggung Hanresnani. Tampil awal ada Boteco Quintet, Pelipe Solo Jazz Activity, kemudian prosesi secara resmi Ngayogjazz dibuka dengan masuknya ponokawan yang dipimpin Petruk yang memakai kaki penyangga yang tinggi hampir 2 meter diiringi pasukan adat Jawa memainkan musik dan komunitas berkebaya serta sepeda onthel kuno. Di Panggung Hanresnani di setting ada 3 pintu yang masih tertutup. Seiring dengan dibukanya Ngayogjazz 2023 tiga pintu di panggung tersebut dibuka dengan hitungan mundur bersama penonton diiringi bunyi bunyian para pemusik dan bel kring sepeda onthel tanda acara dibuka secara resmi. Disusul dengan penampilan unik kelompok yang semua personil wanita berkebaya dan memainkan alat petik sehingga grup ini dinamakan Petik Cantik Nusantara.

Huaton Dixie, Etawa, Winter Breeze dari Jazz Ngisoringin Semarang dan 5 Petani tampil berikutnya masih di Panggung Hanresnani. Kolaborasi konsep bermusik Sinten Remen dan Trie Utami menjadi sajian yang ditunggu penonton. Dan puncaknya adalah penampilan memikat dari White Shoes & The Couples Company.

Reriungan adalah salah satu ciri khas Ngayogjazz yang tahun 2023 ini ada di Warung Prapatan dengan di isi Workshop Pengelolaan Sampah. Membuat dan merekam lagi tema Ngayogjazz 2023 dan Sesi Berbagi bersama Bintang Indrianto, Satvswara dan Komunitas Jazz Seluruh Nusantara. Berikutnya ada penampilan Novan & The Blue Mate dari Komunitas Jazz Magelang , Jogya Blues Forum dan diakhiri Jam Session.

Ngayogjazz selalu memberikan ruang bagi komunitas. Lebih dari 10 slot di perhelatan 2023 kali ini diberikan kepada komunitas jazz Nusantara. KJI – Komunitas Jazz Se-Indonesia saat ini berjumlah sekitar 80-an selalu berkumpul setiap tahun sehari sebelum acara Ngayogjazz dalam kegiatan Sarasehan KJI.
( Eko Adji )



Leave a Reply