Site icon Trijaya FM Palembang

Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan PT. Pulau Subur Tbk 30 Desember 2023

Palembang – Memasuki Desember 2023  PT Pulau Subur Tbk dengan kode saham (PTPS) telah mengeluarkan undangan RUPS dalam rangka membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp.2,60 miliar yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2023yang bertempat di Wyndam Opi Hotel.

Dalam kegiatan tersebut sekretaris perusahaan PTPS  Liawan Kristianto mengatakan bahwa Dewan Komisaris telah menyetujui keputusan Direksi PTPS yang melakukan aksi korporasinya untuk membagi dan membayar dividen interim tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 sebesar Rp2,60 miliar atau setara  Rp 1,2 per lembar saham.

”Perseroan membagikan deviden interim sebesar Rp 1,2  yang dibagikan tanggal 29 desember 2023 kepada setiap pemegang saham yang berhak :” kata Liawan.

Liawan menjelaskan deviden final yang telah dibagikan sebesar Rp 6 miliar yang sudah dibagikan sebelum IPO.

“Sebelum IPO PTPS sudah membagikan deviden final sebesar Rp 6 milar atau Rp 53.571,42 per lembar saham sebelum  stock split” jelas Liawan.

Selain RUPST PTPS juga melakukan Public Ekspose, menurut liawan dalam  exposenya PTPS membeberkan kinerja perusahan yang makin membaik dari tahun sebelumnya dimana gross profit margin masih terjaga dengan baik year on year (yoy) dilevel 57 %, operating profit margin 55 % dan net profit margin ada peningkatan menjadi 44,9 %.

“Gross profit margin masih terjaga dengan baik year on year (yoy) dilevel 57 %, operating profit margin 55 % dan net profit margin ada peningkatan menjadi 44,9 % disini  menunjukan kinerja perusahaan semakin membaik dari tahun sebelumnya” ujar liawan.

Dalam kesempatan ini  Liawan  menyebutkan bahwa perseroan telah menyiapkan beberapa strategi dalam upaya merealisasikan target pendapatan dan laba sepanjang 2023 tersebut. Salah satunya adalah dengan membangun pabrik kelapa sawit baru yang saat ini dalam proses perizinan dan diharapkan tahun 2024 proses pembangunan pabrik akan segera dilakukan.

Lebih lanjut Liawan mengatakan bahwa modal pembangunan pabrik kelapa sawit berasal dari IPO.“Pendanaan pembangunan pabrik sepenuhnya berasal dari IPO yang diharapkan dapat menaikan kinerja perusahaan ditahun 2025” tutup Liawan.