Site icon Trijaya FM Palembang

Pergerakan Bursa Saham Global di Minggu keempat September 2024

Pergerakan bursa saham global sepekan dipengaruhi beberapa sentimen, antara lain:

* *Indeks saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street berakhir beragam pada perdagangan Jumat (27/9), dengan indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor*. Meski demikian, ketiga indeks utama Wall Street tersebut berhasil mencatatkan tiga pekan positif berturut-turut. Dengan S&P 500 dan Dow Jones naik sekitar 0,6% dalam periode tersebut. Sedangkan Nasdaq mencatat kenaikan hampir 1% selama seminggu.
* *Pelaku pasar merespons data inflasi yang mendukung ekspektasi pemangkasan bunga lebih lanjut. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Agustus, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, naik 0,1% (mom), sesuai dengan ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Dow Jones*. Secara tahunan, PCE meningkat 2,2% (yoy), sedikit di bawah perkiraan 2,3%. Para investor kini meyakini Federal Reserve akan memangkas bunga sebesar 50 basis poin dalam pertemuan selanjutnya, dengan instrumen FedWatch CME Group menyebutkan probabilitas hal itu terjadi mencapai 52,1%. Sebelumnya Wall Street mencatatkan kenaikan setelah serangkaian data meyakinkan para investor akan perekonomian AS yang semakin solid. Klaim pengangguran awal turun lebih dari yang diharapkan dalam pekan terakhir, menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat, sementara pembacaan akhir produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua berada di angka 3%, yang tergolong kuat.
* *Penguatan sejumlah saham turut memberikan katalis positif pada pasar*. Saham Micron Technology naik 15,78% setelah memproyeksikan pendapatan kuartal pertama di atas ekspektasi, menyoroti permintaan yang kuat untuk chip memori yang digunakan dalam komputasi kecerdasan buatan. Saham perusahaan tambang tembaga seperti Freeport-McMoRan naik 7,45%, sementara saham perusahaan tambang litium termasuk Albemarle dan Arcadium naik 9,92%. Saham perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS seperti Li Auto naik 7,13%, PDD Holdings naik 13,28%, sementara Alibaba naik 10,08%.

*Domestic Highlights*

* *Perkembangan dari pasar saham domestik pada akhir pekan lalu (27/9) menunjukkan IHSG ditutup melemah sebesar 0,60% (wow) ke posisi 7.696,92, dari penutupan pekan sebelumnya (20/9) pada level 7.743,00*. Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan lalu naik dibandingkan pekan sebelumnya, yakni menjadi Rp16,37 triliun dari sebelumnya Rp14,93 triliun. Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi harian sejak awal tahun senilai Rp12,86 triliun. Sementara itu, sepanjang pekan lalu investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp3,37 triliun. Secara akumulatif, **investor asing membukukan net buy senilai Rp52,75 triliun sejak awal tahun*. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terapresiasi ke level Rp15.125/USD dari sebelumnya sebesar Rp15.150/USD. Adapun sektor infrastructure, transportation & logistics, dan consumer cyclicals mencatatkan penurunan paling besar pada tren pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu.

*Beberapa informasi ekonomi penting selama sepekan kemarin* antara lain:

* *BI mencatat uang beredar (M2) pada bulan Agustus 2024 sebesar Rp8.973,7 triliun*. Adapun angka tersebut tumbuh sebesar 7,3% (yoy), namun pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Juli 2024 yang sebesar 7,6% (yoy).
* *Kemenkeu mencatat pendapatan negara hingga Agustus 2024 mencapai Rp1.777 triliun, atau 63,4% dari target tahun ini*. Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp1.930 triliun, setara dengan 58,1% dari pagu.
* *Kemenkeu memprediksi rasio defisit APBN terhadap PDB tahun 2024 akan mencapai 2,7%, naik dari rencana awal yang sebesar 2,29%*. Kenaikan ini disebabkan oleh tertekannya pendapatan dan peningkatan kebutuhan belanja negara, termasuk belanja IKN yang belum terserap sebanyak 50%.
* *Kemenkeu mencatat realisasi penerbitan utang mencapai Rp347,6 triliun per Agustus 2024*. Adapun realisasi tersebut setara dengan 53,6% dari target penerbitan utang tahun ini yang sebesar Rp648,1 triliun.
* *Kemenkeu: Realisasi anggaran pembangunan IKN pada periode Januari-Agustus 2024 telah mencapai Rp18,9 triliun*. Adapun angka tersebut setara dengan 43,1% dari pagu anggaran tahun 2024.
* *BI akan meluncurkan Central Country Party (CCP) pada 30 September 2024*. Adapun CCP dibentuk untuk mengembangkan hedging atau perlindungan dari resiko kerugian investasi di pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA).
* *OJK mencatat nilai aset perusahaan penjaminan mencapai Rp47,57 triliun per Juli 2024*. Angka tersebut naik 6,57% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp44,64 triliun.

Terima kasih