Site icon Trijaya FM Palembang

Pergerakan Bursa Saham Global Sepekan

*Pergerakan bursa saham global sepekan dipengaruhi beberapa sentimen* antara lain:

* *Ketiga indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (4/10)*. Pada sesi ini, Dow Jones mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high). Sementara itu, indeks Nasdaq berakhir dengan kenaikan lebih dari 1%. Sejumlah saham big cap sektor teknologi, seperti Tesla, Amazon, dan Netflix turut mendukung kenaikan indeks Nasdaq. Sedangkan sektor keuangan menjadi pendorong terbesar di indeks S&P 500, dengan kenaikan sebesar 1,6% dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi. Pada sesi ini, saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo masing-masing tercatat naik lebih dari 3%. Selain itu, Indeks energi S&P 500 naik 1,1% sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia. Kekhawatiran terkait Timur Tengah membuat indeks ini melonjak 7% sepanjang minggu dan mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2022.
* *Kenaikan indeks Wall Street pada akhir pekan kemarin turut didorong oleh laporan data ketenagakerjaan AS yang melampaui ekspektasi ekonom*. Data tersebut menunjukkan bahwa nonfarm payrolls AS tumbuh sebanyak 254 ribu pekerjaan pada September. Angka melampaui kenaikan hasil survei Dow Jones yang sebesar 150 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,1%, lebih baik dari perkiraan yang diharapkan, yaitu 4,2%. Angka ini dapat meningkatkan peluang The Fed untuk menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan depan. Gubernur The Fed, Jerome Powell, pada minggu ini menegaskan bahwa menjaga stabilitas pasar tenaga kerja adalah salah satu alasan utama di balik siklus pelonggaran suku bunga sebesar 50 basis poin pada September lalu. Powell dan rekan-rekannya percaya bahwa tidak diperlukan langkah tambahan untuk mendinginkan pasar tenaga kerja guna mencapai target inflasi 2%.
* *Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan pada Jumat (4/10) sehingga telah terjadi kenaikan mingguan sebesar 9%*. Investor khawatir meluasnya konflik Timur Tengah dapat mengganggu aliran minyak mentah. Saat ini, AS sedang mendiskusikan apakah akan mendukung serangan Israel terhadap fasilitas minyak Iran sebagai balasan atas serangan rudal Teheran terhadap Israel.

*Domestic Highlights*

* *Perkembangan dari pasar saham domestik pada akhir pekan lalu (4/10) menunjukkan IHSG ditutup melemah sebesar 2,61% (wow) ke posisi 7.496,09 dari penutupan pekan sebelumnya (27/9) pada level 7.696,92*. Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan lalu naik dibandingkan pekan sebelumnya, yakni menjadi Rp19,53 triliun dari sebelumnya Rp16,37 triliun. Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi harian sejak awal tahun senilai Rp13,05 triliun. Sementara itu, *sepanjang pekan lalu investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp4,88 triliun. Secara akumulatif, investor asing membukukan net buy senilai Rp47,87 triliun sejak awal tahun*. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terdepresiasi ke level Rp15.485/USD dari sebelumnya sebesar Rp15.125/USD. Adapun sektor technology, consumer cylicals, dan infrastructure mencatatkan penurunan paling besar pada tren pelemahan IHSG sepanjang pekan lalu.

*Beberapa informasi ekonomi penting selama sepekan kemarin* antara lain:

* *BPS: Tingkat inflasi Indonesia secara tahunan turun ke level 1,84% (yoy) pada September 2024*. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode Agustus 2024 yang sebesar 2,12% (yoy).
* *S&P Global melaporkan PMI manufaktur Indonesia pada September 2024 masih terkontraksi di level 49,2*. Meski begitu, angka tersebut sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 48,9.
* *Kemenperin: Indeks Keyakinan Industri (IKI) naik dari 52,40 menjadi 52,48 pada September 2024*. Sebagai informasi, indeks di atas 50 menunjukkan ekspansi sektor manufaktur, sedangkan di bawah 50 menandakan kontraksi.
* *BPS mencatat jumlah perjalanan wisatawan Nusantara (winus) mencapai 75,88 juta perjalanan pada Agustus 2024*. Angka ini turun secara bulanan sebesar 1,77% (mom), namun meningkat secara tahunan sebesar 29,31% (yoy).
* *LPS memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan rupiah di Bank Umum pada level 4,25%*. Sebagai infromasi, TBP tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2024 hingga 31 Januari 2025.
* *Pemerintah RI telah membelanjakan anggaran sebesar Rp1.930,7 triliun hingga Agustus 2024*. Sebagai informasi, angka ini telah mencapai 58,06% dari total pagu APBN 2024 yang sebesar Rp3.325,1 triliun.
* *OJK: Total aset dana pensiun di Indonesia tumbuh 9,07% (yoy) menjadi Rp1.485,43 triliun per Agustus 2024*. Selain itu, asset di sektor perusahaan penjaminan tumbuh 7,26% (yoy) menjadi Rp47,9 triliun pada periode yang sama.