Pergerakan bursa saham global sepekan dipengaruhi beberapa sentimen, antara lain:
Pada hari Jumat (21/2), bursa saham Wall Street mengalami penurunan yang cukup besar akibat rilis sejumlah data ekonomi yang di luar ekspektasi. Secara keseluruhan, pekan ini menjadi periode yang kurang baik bagi indeks-indeks utama, dengan Dow Jones mencatat penurunan mingguan terburuk sejak pertengahan Oktober tahun lalu*. Sektor-sektor yang rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, seperti transportasi, semikonduktor, perusahaan dengan kapitalisasi kecil, properti, dan barang-barang konsumsi non-primer, mengalami penurunan lebih dari 2%. Saham-saham dari perusahaan besar juga mengalami penurunan sebesar 2,9%, termasuk seluruh anggota dari kelompok “Magnificent Seven”. Meskipun musim laporan keuangan kuartal IV 2024 hampir berakhir dengan 76% perusahaan S&P 500 melampaui perkiraan Wall Street, beberapa perusahaan masih menghadapi tantangan.
Presiden AS, Donald Trump, telah menginstruksikan CFIUS untuk memperketat pengawasan terhadap investasi Tiongkok di Amerika Serikat. Melalui memorandum presiden terkait keamanan nasional yang ditandatangani pada hari Jumat (21/2), Trump menyatakan komitmennya untuk menggunakan semua cara hukum yang ada untuk mencegah perusahaan afiliasi Tiongkok berinvestasi di sektor-sektor strategis AS seperti teknologi, infrastruktur vital, kesehatan, pertanian, energi, bahan baku, dan industri lainnya. Selain itu, pemerintah AS berencana untuk menerapkan peraturan baru yang bertujuan untuk membatasi pemanfaatan modal, teknologi, dan pengetahuan oleh negara-negara yang dianggap sebagai musuh, termasuk Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok mengimbau AS untuk tidak mencampurkan kepentingan politik dengan masalah ekonomi dan perdagangan. Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan bahwa negaranya akan terus memantau tindakan AS dengan seksama dan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentinganya. Sebelumnya, Beijing telah merespons tarif yang diberlakukan oleh AS dengan langkah-langkah balasan, termasuk pengenaan tarif terbatas pada produk-produk AS. Selain itu, Tiongkok membantah klaim AS mengenai perdagangan ilegal fentanil dan menyebutnya sebagai alasan untuk menerapkan tuduhan tersebut.
Domestic Highlights
Perkembangan dari pasar saham domestik pada akhir pekan lalu (21/2) menunjukkan IHSG ditutup menguat sebesar 2,48% (wtd) ke posisi 6.803,00 dari penutupan pekan sebelumnya (14/2) pada level 6.638,46. Rata-rata nilai transaksi harian sepanjang pekan lalu turun dibandingkan pekan sebelumnya, yakni menjadi Rp11,78 triliun dari sebelumnya Rp12,24 triliun. Dengan demikian, rata-rata nilai transaksi harian sejak awal tahun senilai Rp11,29 triliun. Sementara itu, sepanjang pekan lalu investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,16 triliun. Secara akumulatif, investor asing membukukan net sell senilai Rp11,68 triliun sejak awal tahun. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terdepresiasi ke level Rp16.305/USD dari sebelumnya sebesar Rp16.260/USD.
Beberapa informasi ekonomi penting selama sepekan kemarin, antara lain:
BPS: Surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari 2025 sebesar USD3,45 miliar. Angka ini meningkat USD1,21 miliar dibandingkan bulan sebelumnya dan naik USD1,45 miliar dari periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Keuangan mencatat rasio utang pemerintah pada tahun 2024 mencapai 39,36% dari PDB. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai 39,21% PDB.
Presiden Prabowo menargetkan efisiensi anggaran Rp750 triliun pada 2025 untuk program makan bergizi gratis dan investasi. Penghematan ini bersumber dari BA BUN, efisiensi Kementerian/Lembaga, dan dividen BUMN.
Presiden Prabowo akan meresmikan BPI Danantara pada 24 Februari 2025 dengan investasi awal sebesar USD20 miliar (Rp325,8 triliun). Danantara diharapkan menjadi kekuatan ekonomi dan investasi masa depan Indonesia.
BI, Bank Negara Malaysia, dan Bank of Thailand menyepakati harmonisasi Local Currency Transaction Framework Operational Guidelines. Ini memperluas transaksi lintas batas hingga investasi portofolio untuk mendorong penggunaan mata uang lokal.
Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) ditingkatkan menjadi Rp171 triliun.
Dengan tambahan Rp 100 triliun, pertumbuhan ekonomi diprediksi meningkat hingga 2%, dibandingkan dengan perkiraan awal sebesar 0,83%.
Pemerintah akan memberikan diskon tarif tiket pesawat sebesar 10% pada masa Lebaran 2025. Diskon ini berlaku selama dua minggu, yaitu seminggu sebelum dan seminggu setelah Lebaran.(Ly/ril)
