Site icon Trijaya FM Palembang

GENCARKAN & SYAFIF: Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda dan Promosikan Keuangan Syariah di Sumatera Selatan

Palembang  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan dua kegiatan strategis dalam satu hari, yakni Sumsel GENCARKAN & Youngpreneur Summit 2025 yang digelar di Ballroom OJK Sumsel, serta pembukaan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Palembang yang berlangsung di Main Atrium Palembang Indah Mall. Kedua kegiatan ini merupakan upaya OJK untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, baik konvensional maupun syariah, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. Acara dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Anggota DPD/MPR RI sekaligus Duta Literasi Sumsel dr. Ratu Tenny Leriva, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Panca Hadi Suryatno, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, serta jajaran pejabat OJK, pelaku industri jasa keuangan syariah, dan pemangku kepentingan lainnya.(16/5)

Kegiatan GENCARKAN & Youngpreneur Summit menjadi momen penting dalam mendorong keterlibatan generasi muda Sumatera Selatan untuk menjadi wirausahawan cerdas finansial melalui program 100 ribu Sultan Muda. Acara ini juga meresmikan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) dan mengukuhkan lima OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan (OJK PEDULI). Sementara itu, pembukaan SYAFIF Goes to Palembang menandai dimulainya rangkaian pameran dan edukasi keuangan syariah yang berlangsung selama tiga hari (16–18 Mei 2025) di Palembang Indah Mall. SYAFIF merupakan program flagship OJK yang berkolaborasi dengan PUJK Syariah dan OC LIKS untuk mempromosikan produk dan layanan keuangan syariah kepada masyarakat luas.

“Kita akan mencetak wirausaha muda yang cerdas finansial dan berdaya saing melalui sinergi program GENCARKAN dan SMSC antara OJK dan Pemprov Sumsel,” ujar Arifin Susanto, Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini dan menegaskan bahwa program Sultan Muda adalah kesempatan nyata untuk mendorong UMKM Sumsel yang berjumlah lebih dari 600 ribu unit.

Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menyoroti potensi besar ekonomi syariah nasional, dengan total aset mencapai Rp2.900 triliun per Maret 2025. Ia juga menyampaikan bahwa meski tingkat literasi keuangan syariah meningkat menjadi 43,42%, angka inklusinya masih rendah yaitu 13,41%. “Artinya, masyarakat mulai memahami produk keuangan syariah, namun belum mengaksesnya secara luas. Ini pekerjaan rumah kita bersama,” tegas Friderica.

Ratu Tenny Leriva menyampaikan bahwa Sumatera Selatan telah mencapai indeks inklusi keuangan sebesar 88% dan literasi sebesar 52%. Namun, masih terdapat kesenjangan akses layanan keuangan di wilayah pinggiran yang perlu menjadi perhatian bersama. Kegiatan ini menjadi langkah awal penting dalam menyambut Bulan Literasi Keuangan, sekaligus memperluas dampak nyata OJK dalam membina generasi muda yang literat finansial dan memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.

Presiden Gen LIMAS, Nayla Khairunisa, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kedua kegiatan tersebut. “GENCARKAN dan SYAFIF adalah bukti nyata bahwa edukasi keuangan bisa dekat, relevan, dan berdampak bagi generasi muda. Gen LIMAS mendukung penuh langkah ini, karena kami percaya literasi keuangan bukan sekadar pengetahuan, tapi kunci untuk menciptakan generasi yang mandiri dan berdaya. Keuangan syariah pun harus dikenalkan dengan cara yang membumi dan inspiratif, agar makin banyak anak muda yang tertarik dan terlibat,” ujar Nayla.

Gen LIMAS berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mengedukasi masyarakat mengenai keuangan syariah dan literasi finansial secara umum. Untuk informasi lebih lanjut dan mengikuti kegiatan lainnya, ikuti kami di media sosial Instagram @Gen.LIMAS.