Palembang – Weekly market highlights 3-7 November 2025
Global Highlights
Bursa saham global mengalami pergerakan bervariasi pada pekan lalu, dipengaruhi oleh beberapa sentimen penting. Indeks Nasdaq melemah akibat kekhawatiran atas valuasi saham teknologi yang tinggi, terutama terkait kecerdasan buatan. Penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan juga menjadi perhatian, dengan survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan mencapai level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Namun, terdapat tanda-tanda meredanya perang dagang AS-China, seperti pembelian gandum oleh China dan pengurangan restriksi ekspor mineral tanah jarang. Musim laporan keuangan perusahaan tercatat juga hampir berakhir, dengan 83% dari 446 perusahaan S&P 500 melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.
Domestic Highlights
Di pasar saham domestik, IHSG menguat 2,83% pada penutupan pekan lalu ke posisi 8.394,59. Meskipun rata-rata nilai transaksi harian turun menjadi Rp17,55 triliun, investor asing tetap mencatatkan net buy sebesar Rp3,46 triliun. Rupiah sedikit terdepresiasi ke level Rp16.685/USD. Dari sisi ekonomi, BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5,04% (yoy), dengan inflasi Oktober 2025 sebesar 0,28% (mom) dan 2,86% (yoy). Pengeluaran riil per kapita RI naik menjadi Rp12,80 juta, sementara PMI Manufaktur Indonesia meningkat ke level 51,2 poin. Neraca perdagangan Indonesia juga mencatat surplus sebesar USD4,34 miliar pada September 2025, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik 0,88 poin menjadi 75,90.(Ly/ril)
