Site icon Trijaya FM Palembang

Loenpia Jazz 2025 Kita Indonesia, Pokokmen Jazz Siap Digelar

Selama lebih dari satu dasawarsa Komunitas Jazz Ngisoringin telah berdiri di Kota Semarang. Komunitas ini jadi melting pot-nya musisi Semarang dari segala genre, status, dan level, yang dipersatukan dalam genre Jazz. Ya, komunitas Jazz Ngisoringin punya keinginan untuk lebih mempopulerkan jazz di telinga masyarakat.

“Semua musik atau lagu bisa dimainkan dalam jazz. Jadi, jangan takut bergabung bagi yang belum familier sama genre satu ini,”.

Herdito tamami, selaku humas dari Komunitas Jazz Ngisoringin. Herdito menjelaskan jika komunitas ini hadir untuk menjadi tempat berekspresi, menyampaikan aspirasi, dan media komunikasi bermusik bagi yang ingin belajar maupun lebih memperdalam musikalitas jazz-nya. Mereka membuka pintu lebar untuk siapa saja yang ingin belajar sehingga nantinya akan lahir bibit-bibit baru dalam musik.

Lahirnya Komunitas Jazz Ngisoringin ini tercetus dari beberapa musisi senior Semarang, seperti Gatot Hendraputra, Chandra Purnama, Eko Abrianto, dan grup 26 Akustik yang punya keinginan membentuk sebuah komunitas musik. Nama Jazz Ngisoringin sendiri diambil dari lokasi unik stage perdana mereka, yaitu di bawah pohon beringin!

Penggagas Panggung Loenpia Jazz

Komunitas Jazz Ngisoringin aktif menggiatkan musik jazz di Kota Semarang lewat berbagai penampilan. Mereka juga sering diajak untuk tampil di berbagai event musik. Mereka pernah terlibat di event jazz kelas nasional seperti Indonesian Jass Festival 2013 dan Java Jazz Festival 2014. Sampai sekarang pun Komunitas Jazz Ngisoringin masih rutin ikut manggung di Ngayogjazz, Jazz Atas Awan Dieng, Jazz in Lebaran Solo, dan banyak lainnya.

Nggak puas hanya tampil sebagai pengisi acara, Komunitas Jazz Ngisoringin pun bergerak untuk membuat panggung musik tahunannya sendiri, yang dikenal sebagai Loenpia Jazz. Kata Loenpia yang merupakan nama makanan khas Semarang menjadi identitas panggung musik jazz asal Kota Semarang. Deretan nama musisi lokal hingga nasional seperti Andre Hehanussa, Monita Tahalea, dan Yura Yunita pernah menjadi pengisi panggung Loenpia Jazz yang rutin digelar sejak tahun 2012 hingga 2025.

Beberapa riwayat Loenpia Jazz dari tahun ke tahun :

2012 Taman KB Semarang

2013 Kota lama (ngejazz malu. Tak ngejazz rindu)

2014 Pecinan Semarang (jazz pol rem blong)

2015 Grand Maerakaca (aku ngejazz mergo kowe)

2016 Gor jatidiri (ngejazz sik ben ora edan)

2017 TBRS (om ngejazz om)

2018 Hutan Tinjomoyo (unity in diversity)

2019 Taman Indonesia Kaya (jazz itu untuk semua)

2020 Virtual (traveling without moving)

2022 Lanud ahmad yani (jazz atoe mati)

2023 Lota lama Semarang (depan starbuck) (njagong jajan jazz jazzan)

2025 RRI Semarang (Kita Indonesia, pokomen jazz)

Pada tahun 2025, komunitas Jazz Ngisoringin berkerjasama dengan RRI Semarang untuk membuat acara Loenpia Jazz 2025 dengan tagline “Kita Indonesia, Pokokmen Jazz”, dan acara ini sebagai Loenpia Jazz ke 12 yang pernah diadakan oleh komunitas Jazz Ngisoringin Semarang.

Komunitas Jazz Ngisoringin punya cita – cita agar Jazz menjadi musik yang membawa Semarang ke kancah nasional, bahkan internasional. Hal ini karena Jazz dianggap sudah menjadi hal yang sangat lekat dengan warga Semarang. “Musik Jazz yang dulunya terkenal dengan musik yang berat dan hanya bisa dimainkan oleh para senior, sekarang menjadi musik yang sangat digemari oleh para remaja di Semarang,”. ( Adji Soebijantoro – KJI )