Palembang – Di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuktikan ketangguhannya. Kinerja ekonomi Sumsel pada triwulan III tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,20% (yoy). Angka ini tidak hanya melampaui pertumbuhan nasional, tetapi juga menempatkan Sumsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di wilayah Sumatera.
Keberhasilan ini menjadi sorotan utama dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 Provinsi Sumatera Selatan yang digelar secara hybrid di Hotel Wyndham Palembang, Kamis (28/11). Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan Lebih Tinggi dan Berdaya Saing”, acara ini menegaskan optimisme terhadap masa depan ekonomi daerah.
Indikator Makroekonomi dan Digitalisasi yang Kuat
Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga di Sumsel juga terjaga dengan baik. Pada Oktober 2025, inflasi tercatat sebesar 3,49% (yoy), angka yang masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional yakni 2,5±1%.
Sektor sistem pembayaran pun menunjukkan lonjakan kinerja yang signifikan, didorong oleh adopsi digital yang masif. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan mencatat:
-
Pertumbuhan Nominal Transaksi QRIS: Meningkat 86,33% (yoy) pada Oktober 2025.
-
Volume Transaksi QRIS: Melonjak drastis sebesar 115,58% (yoy).
Berdasarkan capaian tersebut, Bank Indonesia memperkirakan prospek ekonomi Sumsel tahun 2026 akan tetap kuat dengan pertumbuhan di rentang 4,80% s.d 5,60% (yoy) dan inflasi yang tetap terkendali pada sasaran 2,5±1%.
Sinergi untuk Pertumbuhan Baru
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Duddy Adiyatna, menekankan bahwa Sumsel masih memiliki celah pertumbuhan yang besar.
“Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang berkelanjutan, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menemukan sumber-sumber pertumbuhan baru seperti ekonomi hijau yang selaras dengan tren global dan program Astacita,” ujar Duddy.
Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Drs. H. Apriyadi, M.Si, mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk merapatkan barisan demi mewujudkan Sumsel yang maju dan berdikari.
Banjir Penghargaan Nasional
PTBI 2025 di Palembang diawali dengan menyaksikan siaran langsung PTBI Pusat yang dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dalam momen prestisius tersebut, Provinsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang memborong penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas kinerja pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah:
-
TPID Provinsi Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera Tahun 2025: Provinsi Sumatera Selatan.
-
TP2DD Terbaik I Provinsi Wilayah Sumatera: Provinsi Sumatera Selatan.
-
TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Sumatera: Kota Palembang.
Apresiasi Mitra Strategis BI Sumsel
Sebagai bentuk apresiasi kepada mitra kerja di daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan turut memberikan penghargaan BI Awards kepada berbagai instansi dan pelaku usaha, antara lain:
-
BPS Provinsi Sumsel: Pendukung Asesmen Inflasi Terbaik.
-
Kanwil DJPb Sumsel: Pendukung Asesmen Ekonomi & Keuangan Daerah Terbaik.
-
Dinas Ketahanan Pangan Kab. OKU Timur: OPD Pendukung Pasar Murah Terbaik.
-
Museum Negeri Sumsel: Pendukung Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah Terbaik.
-
BCA Kanwil VI Palembang: Bank Terbaik Pendukung Pengelolaan Uang Rupiah.
-
PT. Sumber Daya Usaha: KUPVA BB Terbaik.
-
Nirmala Songket: UMKM Binaan Terbaik Pendukung Ekonomi Sirkuler.
-
Adi Asmara (Divianews.com): Wartawan Mitra Komunikasi Kebijakan Terbaik.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sumsel, pimpinan instansi vertikal, akademisi, dan pelaku usaha, serta disaksikan oleh masyarakat luas melalui kanal media sosial Bank Indonesia.
