Jakarta – Parkside Hotel Group, jaringan hotel internasional yang berpusat di London sejak tahun 1975, meluncurkan program Corporate Social Responsibility (CSR) darurat bertajuk “Parkside Peduli ACEH”. Program ini merupakan respons cepat dan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap musibah banjir dan longsor parah yang melanda Takengon dan sejumlah kawasan di Aceh Tengah.(10/12/25)
Aceh Tengah, lokasi di mana dua properti Parkside Hotel Group – Parkside Gayo Petro Hotel Takengon dan Portola Grand Renggali Hotel – berada, saat ini menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak dan masih terisolir, membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari semua pihak.
Terisolir Saat Bencana
Saat bencana terjadi, Parkside Hotel Group sedang menyelenggarakan kegiatan tahunan General Manager Conference di Portola Grand Renggali Takengon. Seluruh General Manager (GM) dan Executive Management Hotel mengalami langsung musibah tersebut. Hujan deras tanpa henti berujung pada longsor yang menutup jalan dan banjir bandang yang memutus jembatan, membuat Takengon terisolir total dari luar.
Sebanyak 18 GM dan Eksekutif Parkside Hotel Group terjebak dan terisolir di Takengon selama 7 hari tanpa akses listrik dan internet. Setelah perjuangan menembus isolasi, mereka baru berhasil keluar pada tanggal 1 Desember dan kembali ke kota masing-masing melalui Bandara Rembele menuju Medan menggunakan pesawat charter.
Komitmen dan Solidaritas Parkside
Bapak Erwin Swandarugeni, General Manager Parkside Gayo Petro, sebagai perwakilan unit di lokasi, menyampaikan bahwa kerusakan akibat bencana ini sangat besar. “Bencana ini sungguh besar, melebihi Tsunami beberapa tahun lalu. Kerusakan akibat bencana ini lebih besar dari Tsunami,” ujarnya. Beliau menambahkan, melihat kondisi akses ke banyak desa terputus, Parkside Hotel Group merasa terpanggil untuk ikut membantu. “Ini bukan sekadar donasi, tapi komitmen untuk meringankan beban mereka dan membantu memulihkan kehidupan,” tegasnya.
Bapak Mugi Harjo, President Director Parkside Hotel Group, menegaskan bahwa musibah di Aceh Tengah adalah duka bersama. “Musibah bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Aceh, terutama di Aceh Tengah, bukan hanya menjadi duka masyarakat setempat, tetapi juga duka kita bersama sebagai bangsa,” kata Bapak Mugi Harjo melalui sambungan telepon.
Melalui program “Parkside Peduli ACEH”, beliau berharap bantuan dan dukungan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban. “Kami peduli dan berduka atas bencana yang terjadi, semoga bantuan dan dukungan dapat meringankan saudara-saudara kita di sana. Bantuan yang kami salurkan merupakan bentuk solidaritas dan komitmen kami untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana,” tambahnya.
PJ. Pattel, Vice President Worldwide Operations Parkside Hotel Group Ltd, yang juga sempat terisolir di Takengon, menyaksikan langsung situasi di lokasi. “Saya berada di Takengon, saya berada langsung di lokasi dan sempat terisolir bersama General Manager dan Eksekutif Parkside Hotel Group dan Masyarakat Aceh,” kenangnya.
Beliau menyaksikan tingginya solidaritas masyarakat di tengah keterbatasan. “Dalam situasi tersebut, saya melihat secara nyata bagaimana warga saling membantu di tengah keterbatasan. Pengalaman ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kepedulian dan solidaritas adalah hal yang paling dibutuhkan saat krisis,” kata PJ. Pattel.
“I see the situation Takengon area were isolated with no electric and Internet. People don’t have enough food and clean water. I feel sad about disaster in Aceh. We hope the recovery process will run quickly and that disaster victims will be given strength and patience.”
Parkside Hotel Group berkomitmen akan terus berupaya berkontribusi secara berkelanjutan melalui program sosial yang bermanfaat, khususnya di wilayah Takengon, Aceh Tengah. Mereka percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan dan membantu mengembalikan kembali kehidupan yang lebih baik.
