Site icon Trijaya FM Palembang

Valdi Mulya, Pendatang Baru yang Ingin Menjaga Eksistensi Lewat Multi Talenta

BEKASI – Nama Valdi Mulya mulai muncul sebagai salah satu pendatang baru di industri hiburan Indonesia pada 2026.

Di tengah ketatnya persaingan dunia entertainment, Valdi mencoba membangun karier dengan mengandalkan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari akting, modeling, hingga tarik suara.

“Peluang menjadi bintang besar masih sangat terbuka bagi siapa saja yang mau terus belajar dan beradaptasi,” kata Valdi saat ditemui di Sanggar Humaniora, Jatisampurna, Bekasi, Senin (11/5/2026).

Valdi mengawali karier sebagai model videoklip dan bintang iklan sebelum akhirnya masuk ke dunia seni peran. Beberapa videoklip yang pernah ia bintangi adalah lagu “Cinta Sampai Mati” milik Mayang Lucyana Fitri serta lagu “Terlalu” dan “Tak Lereni Wae” milik Ageng Kiwi.

Karier aktingnya kemudian berkembang lewat keterlibatan dalam sejumlah film layar lebar, termasuk “Menjelang Magrib 2 – Wanita yang Dirantai” karya Helfi Kardit dan “Kita Butuh Bahagia Walaupun Sesaat” garapan Derry Drajat.

Selain itu, Valdi juga menjadi pemeran utama dalam film pendek “Cinta Penari Sintren” yang mengambil latar budaya tradisional Jawa.

Menurut Valdi, pelestarian budaya menjadi salah satu hal penting dalam industri kreatif modern.

“Kami ingin budaya tradisional tetap hidup tanpa kehilangan nilai aslinya, meski dikemas dengan pendekatan yang lebih modern,” ujarnya.

Tak hanya fokus di dunia akting, Valdi juga mulai serius mengembangkan karier musik. Ia baru saja menyelesaikan single berjudul “Daripada Daripada” yang diproduksi bersama Ageng Kiwi dan Tauhid Banyuwangi.

Bagi Valdi, perjalanan di industri hiburan tidak cukup hanya mengandalkan popularitas. Ia menilai kemampuan membangun bisnis dan investasi menjadi faktor penting untuk menjaga eksistensi jangka panjang.

“Popularitas bisa cepat berubah. Karena itu artis juga harus punya kesiapan finansial dan usaha lain untuk masa depan,” tutur Valdi.

//Kelana peterson