Site icon Trijaya FM Palembang

Firdaus Hasbullah: Berantas Narkoba Tak Bisa Hanya Andalkan Aparat dan BNN

Palembang. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sekaligus Ketua DPW PGK Sumatera Selatan, Firdaus Hasbullah, SH, MH, menilai upaya pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).

Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dan pelajar menjadi kunci dalam membangun benteng pencegahan sejak dini.

Hal itu disampaikan Firdaus melalui gagasan yang dituangkannya dalam naskah bertajuk “Bagaimana IPNU-IPPNU Sumsel Membantu Pemerintah Memberantas Narkoba” yang menekankan pentingnya gerakan preventif berbasis pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.

Firdaus mengatakan, penyalahgunaan narkoba kini telah menjadi ancaman serius terhadap masa depan bangsa karena mayoritas korbannya berasal dari kalangan usia produktif, termasuk pelajar dan mahasiswa.

“Peredaran narkoba saat ini memanfaatkan perkembangan teknologi, media sosial, hingga lingkungan pergaulan remaja. Karena itu, langkah pencegahan harus dimulai dari sekolah dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama organisasi pelajar seperti IPNU dan IPPNU,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam acara Sekolah Bersinar (Bersihkan Narkoba) yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Sumsel, 8 Juli 2026.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU memiliki posisi strategis karena memiliki jaringan kader yang luas hingga tingkat sekolah, madrasah, pesantren, dan desa. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mengembangkan gerakan edukasi, pendampingan, sekaligus pembentukan karakter pelajar.

Firdaus menjelaskan, melalui konsep SEKOLAH BERSINAR (Sekolah Bersih Narkoba), pelajar tidak lagi diposisikan hanya sebagai sasaran penyuluhan, melainkan sebagai pelopor perubahan yang mampu mengajak teman sebayanya menjauhi penyalahgunaan narkoba.

“Pelajar harus menjadi subjek perubahan. Mereka dapat menjadi pendidik sebaya, konselor sebaya, sekaligus teladan dalam membangun budaya hidup sehat, religius, produktif, dan bebas dari narkoba,” katanya.

Ia menambahkan, Program Sekolah Bersinar dibangun di atas lima pilar utama, yakni penguatan literasi anti narkoba, pembinaan karakter dan nilai keagamaan, pengembangan kepemimpinan pelajar, penyediaan ruang kreativitas positif, serta kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah, BNN, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat.

Selain itu, Firdaus mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pelajar Anti Narkoba yang melibatkan unsur IPNU, IPPNU, OSIS, PMR, Pramuka, Rohani Islam (Rohis), serta organisasi ekstrakurikuler lainnya.

Satgas tersebut bertugas mengedukasi teman sebaya, mengampanyekan gaya hidup sehat, serta menjadi penghubung dengan guru bimbingan konseling apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.

Ia juga menilai pendekatan edukasi harus mengikuti perkembangan zaman. Kampanye anti narkoba, kata Firdaus, tidak cukup hanya dilakukan melalui seminar atau ceramah, tetapi perlu dikemas dalam bentuk yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti video pendek, podcast, media sosial, hingga kompetisi konten kreatif.

“Generasi Z hidup di era digital. Maka edukasi juga harus masuk ke ruang digital agar pesan tentang bahaya narkoba lebih mudah diterima dan dipahami oleh pelajar,” ungkapnya.

Dalam konsep yang ditawarkannya, Firdaus juga mengusulkan berbagai program pendukung, mulai dari kelas inspirasi anti narkoba, pelatihan peer educator dan peer counselor, festival seni, kompetisi konten digital, kegiatan olahraga, bakti sosial, hingga pelatihan kewirausahaan bagi pelajar.

Menurutnya, semakin banyak aktivitas positif yang diikuti pelajar, semakin kecil peluang mereka terpapar penyalahgunaan narkoba.

“Pelajar yang sibuk belajar, berkarya, berorganisasi, beribadah, dan mengembangkan potensi diri akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk narkoba,” katanya.

Firdaus berharap gagasan tersebut dapat menjadi referensi bagi sekolah, organisasi pelajar, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat gerakan pencegahan narkoba di Sumatera Selatan.

“Memberantas narkoba bukan hanya tugas aparat. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui sinergi pemerintah, sekolah, keluarga, organisasi pelajar, dan masyarakat, saya optimistis kita dapat melahirkan generasi Sumatera Selatan yang berkarakter, berprestasi, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. ****