Palembang — Guna mencukupi kebutuhan darah di Kota Palembang yang mencapai 2.000 kantong per bulan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang berkolaborasi dengan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “LRT Care: Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis”.
Kegiatan yang digelar di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya ini dibuka pada Senin (20/7/2026) dan akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu mendatang.
Aksi sosial ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) LRT Sumatera Selatan ke-8 yang jatuh pada 23 Juli 2026.
Ketua PMI Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani Ratu Dewa, hadir langsung untuk meninjau pelaksanaan acara sekaligus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen LRT Sumsel atas inisiatif kepedulian sosial tersebut.
Dewi Sastrani mengatakan, kondisi riil stok darah di Kota Palembang yang saat ini masih mengalami tantangan cukup besar. Kebutuhan pasokan darah masyarakat Palembang mencapai 7.000 kantong setiap bulannya, sementara PMI baru mampu memenuhi sekitar 5.000 kantong.
“Artinya, kita masih menghadapi kekurangan sekitar 2.000 kantong darah setiap bulan. Oleh karena itu, sinergi strategis seperti ‘LRT Care’ ini sangat krusial. Target 150 kantong darah selama tiga hari ini bukan sekadar angka, melainkan kontribusi nyata untuk menyelamatkan nyawa sesama,” ujar Dewi.
Selain aksi donor darah, program ini juga menargetkan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 450 pengguna jasa LRT maupun masyarakat umum. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Palembang untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini. Kemudian pembagian 60 paket sembako kepada masyarakat.
Dewi menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud solidaritas sosial dan nilai gotong royong yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
“Kami berharap di usianya yang semakin matang, LRT Sumsel terus menjadi penyedia layanan transportasi yang aman, nyaman, profesional, serta semakin peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sinergi kemanusiaan ini harus terus berlanjut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Rode Paulus, menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk pengabdian LRT Sumsel yang tidak hanya fokus pada konektivitas transportasi, tetapi juga hadir memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kepedulian sosial masyarakat Sumatera Selatan. (*)
