Site icon Trijaya FM Palembang

Transformasi PAUD Al-Qur’an: Langkah Nyata LKPPQ Ar-Rahmah Melalui Seminar Nasional

Bogor – Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (LKPPQ) Ar-Rahmah menggelar Seminar Nasional Pendidikan Al-Qur’an di Gedung Pendidikan Ar-Rahmah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (26/7/2026).

Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Al-Qur’an Usia Dini Menuju Kelembagaan yang Unggul, Profesional, dan Kompetitif”, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta. Mereka terdiri atas pengelola Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ), kepala satuan pendidikan, pendidik, serta pemerhati pendidikan Al-Qur’an dari wilayah Bogor dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Ar-Rahmah, Fathuri Mumtaza, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar nasional ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.

Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Bogor, Ade Sarmili, yang hadir membuka acara mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, menegaskan pentingnya kompetensi bagi para pendidik. Menurutnya, kompetensi pengajar sangat krusial karena berkaitan langsung dengan menjaga kesahihan bacaan Al-Qur’an.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama dari Kementerian Agama RI, DPP Ikatan Pendidik PAUD Al-Qur’an Indonesia (IPPAQI), serta LPTQ Nasional AMM Yogyakarta.

Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Ditpesantren Ditjen Pendis Kemenag RI, Aziz Syafiuddin, memaparkan materi terkait kebijakan strategis pemerintah dalam merespons prospek Pendidikan Al-Qur’an Usia Dini di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat pengembangan pendidikan Al-Qur’an melalui peningkatan mutu kelembagaan, penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi pendidik, serta penyempurnaan sistem pembelajaran yang adaptif.

Lebih lanjut, Aziz mengungkapkan bahwa Kemenag saat ini tengah menyiapkan Keputusan Menteri Agama (KMA) dalam rangka penguatan regulasi PAUD Al-Qur’an. Seiring dengan hal tersebut, Kemenag juga merencanakan pencabutan moratorium pendirian PAUD Al-Qur’an. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi tumbuhnya lembaga-lembaga baru yang memenuhi standar mutu, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an usia dini yang berkualitas.

Dari perspektif tata kelola, sekjen DPP IPPAQI, Indah Wahyuningsih, memaparkan strategi merancang kelembagaan Al-Qur’an yang unggul dan kompetitif. Ia mengajak para pengelola untuk membangun sistem profesional melalui penguatan manajemen, kepemimpinan, dan budaya mutu agar dapat memberikan layanan pendidikan yang berkesinambungan.

Pada sesi teknis pembelajaran, Instruktur Nasional LPTQ YTT AMM Yogyakarta, Iwan Rustiawan, membagikan strategi pengajaran Al-Qur’an yang efektif, kreatif, dan menyenangkan tanpa mengabaikan standar kualitas lulusan. Ia membagikan best practice dari TK Kibar AMM Yogyakarta mengenai penerapan metode pembelajaran Al-Qur’an yang berpusat pada peserta didik, menyenangkan, serta berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan yang unggul.

Direktur LKPPQ Ar-Rahmah, Ahmad Jaeni, berharap seminar 0pini menjadi pemantik komitmen bersama. Melalui sinergi antar-pemangku kepentingan, ia optimistis PAUD Al-Qur’an di Indonesia dapat tumbuh menjadi lembaga yang unggul, profesional, dan semakin banyak memberi manfaat bagi masyarakat.

//Kelana peterson