Site icon Trijaya FM Palembang

Ekonomi Sumatera Selatan Melesat 4,51 Persen di Triwulan II-2026, Tambang dan Belanja Negara Jadi Motor Utama

Palembang — Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan akselerasi impresif pada triwulan kedua tahun 2026. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel tumbuh sebesar 4,51 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter / q-to-q) dibandingkan triwulan I-2026.

​Capaian positif ini memotret geliat aktivitas ekonomi daerah yang semakin solid, didorong oleh perpaduan antara lonjakan produksi sektor unggulan berbasis sumber daya alam serta percepatan realisasi belanja publik pemerintah.

Tambang dan Penggalian Pimpin Sisi Produksi

​Dari sisi produksi atau lapangan usaha, sektor Pertambangan dan Penggalian tampil sebagai pendorong utama (prime mover) perekonomian Bumi Sriwijaya. Lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi, melesat hingga 11,82 persen dibanding triwulan sebelumnya.

​Peningkatan drastis pada sektor tambang didasari oleh optimalisasi kuota dan percepatan realisasi produksi batu bara serta komoditas mineral unggulan daerah lainnya. Langkah ini sejalan dengan masih tingginya permintaan energi domestik untuk menopang kelistrikan nasional serta terjaganya komitmen kontrak ekspor ke sejumlah negara mitra.

​Selain pertambangan, sektor manufaktur olahan, pertanian, dan perdagangan juga terus mencatatkan performa stabil yang mendukung akumulasi laju PDRB daerah.
​Belanja Negara dan Pemda Melonjak Tajam
​Sementara itu dari sisi pengeluaran, agregat Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatatkan rekor kenaikan paling tinggi, yakni tumbuh signifikan sebesar 18,87 persen (q-to-q).

​Lonjakan konsumsi pemerintah pada periode April–Juni 2026 dipengaruhi oleh siklus penyerapan anggaran publik yang ekspansif.

Faktor krusial pembentuk lonjakan ini antara lain:

​Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji Ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),
​Percepatan realisasi belanja modal untuk proyek-proyek infrastruktur prioritas daerah, serta efektivitas penyaluran program bantuan sosial tepat waktu.

​Pencairan belanja pegawai dan instansi pemerintah tersebut terbukti memberikan efek berganda (multiplier effect) langsung terhadap daya beli masyarakat dan perputaran roda ekonomi daerah sepanjang triwulan II.

​Prospek Menuju Akhir Tahun
​Dengan pertumbuhan mencapai 4,51 persen pada triwulan II, iklim usaha dan aktivitas perekonomian di Sumatera Selatan dinilai berada di jalur (on-track) yang sangat positif.

​Kendati demikian, tantangan di semester II-2026 tetap perlu diantisipasi, terutama terkait efisiensi rantai pasok komoditas serta pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar laju pertumbuhan ekonomi dapat terus bertahan hingga akhir tahun.(Ly)