Site icon Trijaya FM Palembang

IHSG Parkir Stabil di Level 6.401, Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 30,5 Juta

Jakarta, — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sepekan periode 10–14 Agustus 2026 di zona stabil pada level 6.401,88. Di tengah konsolidasi indeks, pasar modal Indonesia mencatatkan pencapaian rekor baru dengan total investor yang menembus angka 30,5 juta investor.

​Berdasarkan data Weekly Market Highlights PT Bursa Efek Indonesia (BEI) No. 32/VIII/2026, IHSG mengalami koreksi tipis sebesar 0,12% Weekly to Date (WTD). Meski demikian, nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) bursa bergerak naik 0,28% dibandingkan pekan sebelumnya menjadi Rp11.243 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp15,21 triliun.
​Pertumbuhan Investor & Aktivitas IPO
​Partisipasi masyarakat di pasar modal domestik terus menunjukkan tren peningkatan pesat. Hingga 13 Agustus 2026, total investor pasar modal Indonesia telah mencapai 30.510.995 investor. Sepanjang tahun 2026 berjalan (YTD), terdapat penambahan 10.163.170 investor baru.
​Dari sisi pencatatan saham, sebanyak 7 perusahaan baru telah melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun 2026, dengan total penghimpunan dana (fund raised) mencapai Rp2,16 triliun.

​Rapor Kinerja Korporasi: TINS & DMAS Cetak Lonjakan Laba

​Sejumlah emiten besar melaporkan capaian kinerja keuangan Semester I-2026 yang cukup positif:
​PT Timah Tbk (TINS): Mengantongi lonjakan laba bersih hingga 805% (yoy) menjadi Rp2,71 triliun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 146,9% (yoy) menjadi Rp10,42 triliun.
​PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS): Membukukan kenaikan laba bersih sebesar 175,34% (yoy) menjadi Rp1,19 triliun.
​PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (ITMG): Raih pertumbuhan laba bersih 16,51% (yoy) menjadi USD 105,9 juta.
​PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Mencatatkan pertumbuhan laba bersih 7,50% (yoy) menjadi Rp2,02 triliun.
​PT Indika Energy Tbk (INDY): Mendapatkan fasilitas kredit sebesar USD 155 juta melalui anak usahanya, PT Masmindo Dwi Area, untuk pengembangan proyek tambang emas di Sulawesi Selatan.
​PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp25,63 triliun per Juli 2026, setara 62,5% dari target tahunan.
​Makroekonomi Solid, Cadangan Devisa Terjaga
​Dari sisi ekonomi makro, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 sebesar USD 145,3 miliar, menyesuaikan dari posisi Juni (USD 145,6 miliar) untuk pembiayaan utang luar negeri pemerintah serta langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah.
​Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2026 tercatat solid di angka 5,29% (yoy). Hal ini memicu Standard Chartered untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,3%, ditopang kuatnya permintaan domestik dan investasi. Sementara itu, penerimaan pajak hingga Juli 2026 mencapai Rp1.209,6 triliun atau 51,31% dari target APBN (tumbuh 22,17% yoy).

Sentimen Bursa Global

​Pasar saham global, khususnya Wall Street, cenderung bergerak bervariasi (mixed). Indeks S&P 500 tercatat naik tipis +0,36%, sedangkan Dow Jones terkoreksi -0,56% akibat tekanan pada saham sektor teknologi serta kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.