Site icon Trijaya FM Palembang

Ketika Seni Menjadi Jalan Kepedulian: Guruh Soekarnoputra Galang Dana untuk Anak Penyintas Kanker

Jakarta – Seni dan budaya dapat memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar hiburan. Ia dapat menjadi ruang untuk merawat identitas, membangun solidaritas, sekaligus menggerakkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

Gagasan tersebut menjadi pijakan Guruh Soekarnoputra ketika menggagas “UNTUK INDONESIA”, kegiatan seni dan penggalangan dana yang ditujukan bagi anak-anak penyintas kanker.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Guruh Soekarnoputra dengan *Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI)* serta *Celltech Stem Cell Centre* yang dipimpin Prof. Dr. Deby Vinski MScAA PhD.

Acara akan digelar Kamis, 27 Agustus 2026 di Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan. Pada kesempatan yang sama, akan diluncurkan Paduan Suara Gema Indonesia, kelompok paduan suara yang dibina langsung oleh Guruh.

Dalam jumpa pers di Hing Puri Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026), Guruh mengatakan keterlibatannya dalam Gema Indonesia bukan sekadar memberikan nama sebagai pembina.

Ia terlibat langsung dalam membentuk karakter penampilan kelompok tersebut, termasuk koreografi, busana, tata rias dan penggunaan konde bagi anggota perempuan.

Bagi Guruh, unsur-unsur tersebut merupakan bagian dari kesatuan seni pertunjukan yang tidak dapat dipisahkan dari identitas budaya Indonesia.

“Insan seni budaya, seni harus menjadi alat perjuangan. Paduan suara ini kami jadikan salah satu alat perjuangan,” kata Guruh.

Merawat Budaya Melalui Wastra

Salah satu ciri Gema Indonesia adalah penggunaan wastra Nusantara dalam latihan dan penampilan.

Penggunaan wastra tidak ditempatkan semata-mata sebagai ornamen, tetapi sebagai cara untuk mendekatkan generasi muda dengan kekayaan budaya Indonesia.

“Kami terbiasa latihan menggunakan wastra Nusantara. Ini salah satu wujud nyata kepedulian kami terhadap seni dan budaya Indonesia,” ujar Guruh.

Semangat pelestarian budaya tersebut kemudian dipertemukan dengan kegiatan kemanusiaan. Melalui “UNTUK INDONESIA”, seni diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menggalang dukungan masyarakat bagi anak-anak penyintas kanker.

Guruh berharap dana yang terkumpul dapat semaksimal mungkin diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Mempertemukan Seni dan Sains

Kolaborasi dengan Prof. Dr. Deby Vinski membawa perspektif lain dalam kegiatan tersebut. Prof. Deby melihat kepedulian terhadap kesehatan anak tidak hanya dapat dilakukan melalui pendekatan medis, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan yang mendukung kebahagiaan dan kualitas hidup.

“Indonesia membutuhkan masa depan yang terang melalui anak-anak Indonesia yang sehat, bahagia, dan gembira,” kata Prof. Deby.

Ia menjelaskan, dalam ilmu biologi dikenal mekanisme epigenetik yang berkaitan dengan bagaimana lingkungan dan gaya hidup dapat memengaruhi ekspresi gen.

Menurutnya, kegiatan seperti mendengarkan musik, bernyanyi, berbagi kasih dan membangun hubungan sosial yang positif dapat mendukung suasana hati, motivasi dan interaksi sosial.

Meski demikian, aktivitas seni tersebut merupakan bentuk dukungan psikososial dan tidak menggantikan terapi atau pengobatan kanker secara medis.

Prof. Deby juga mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada Yayasan Kanker Anak Indonesia serta kolaborasi dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Lelang untuk Kemanusiaan

Semangat berbagi juga diwujudkan melalui lelang sejumlah karya. Wastra karya Guruh Soekarnoputra, wastra anak-anak penyintas kanker dan karya Ndara Pearls akan dilelang dalam rangkaian acara.

Seluruh hasil lelang akan disumbangkan melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia.

Acara ini diselenggarakan Elang Production, di bawah naungan Ai Syarif, Gamal Putra dan Patria Mulyadi.

Sejumlah seniman dan talenta akan terlibat, antara lain Marcell Siahaan, Gema Indonesia, Kinarya GSP, Putri GSP dan I Ketut Gunawan Sandika. Para Gadis Sampul Starrisya Andhita, Fae Bernice Robin Jane Callista dan Kaçamelyv Prakaça juga dijadwalkan tampil.

Penata musik adalah Willy Aviantara, sedangkan acara akan dipandu Soraya Haque dan Ai Syarif.

Kegiatan tersebut didukung Deheng House, Viva Cosmetics, Batik Chic, Ai Syarif 1965, PT Kara Santan Pertama, Vivi Nici, Al Hayyu Carpets, MW Music Studio, Quantum Group dan Ndara Pearls.

Melalui panggung “UNTUK INDONESIA”, seni diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan kebermanfaatan sosial. Di titik itulah seni, budaya dan kemanusiaan menemukan ruang perjumpaannya.//Kelana peterson