Palembang – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan kembali menggelar KADIN Sumsel Expo ke-4 tahun 2026 berkolaborasi dengan iFBEX (International Franchise and Business Exchange).
Kegiatan yang berlangsung di atrium Palembang Square Mall, Kamis (15/10/2026) ini menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, membuka peluang kemitraan, serta mendorong produk lokal naik kelas.
Pameran tersebut menghadirkan berbagai merek dan pelaku usaha yang membuka stan untuk memperkenalkan produk serta peluang bisnis kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga diisi dengan beragam agenda, mulai dari talkshow, edukasi bisnis hingga penjajakan kerja sama usaha yang berlangsung hingga Minggu.
Ketua Umum KADIN Sumatera Selatan, H. Affandi Udji, SE, MM, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan di Sumsel, sekaligus mendukung program penciptaan 100 ribu Sultan Muda.
Menurutnya, KADIN memiliki peran penting dalam memperluas akses dan jaringan usaha, terutama bagi pelaku UMKM dan generasi muda yang ingin mengembangkan bisnis.
“Kita berkolaborasi dan bersinergi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi Sumsel 6 persen. Ini salah satu upaya kita untuk mencapainya,” ujarnya.
Affandi berharap KADIN Sumsel Expo dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperoleh wawasan, mengenalkan produknya kepada masyarakat, serta menjalin kemitraan dengan investor dan calon mitra bisnis.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengembangkan inovasi dan memperkuat usaha agar semakin berdaya saing.
“Kita sama-sama bergerak membantu UMKM naik kelas, membangun dunia usaha yang lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melihat antusiasme peserta yang hadir, Affandi menyebut potensi transaksi selama kegiatan ditargetkan dapat mencapai Rp60 miliar. Selain itu, pihaknya juga berupaya mendukung lahirnya 1.000 Sultan Muda melalui pengembangan kewirausahaan dan peluang usaha dalam kegiatan ini.
CEO PT MyEvent Promosindo (iFBEX Asia), Ira Karen mengatakan penyelenggaraan expo ini diharapkan menjadi ruang strategis yang mempertemukan calon mitra usaha, pengusaha, investor, serta pelaku UMKM.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas melalui kolaborasi, edukasi, dan pengembangan jaringan bisnis.
Ia berharap expo ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengenali sekaligus mengimplementasikan peluang usaha yang tersedia.
Sementara itu, Franchise Counselor sekaligus Founder Konsultan Franchise dan Ketua Asosiasi HIKPI, Djoko Kurniawan menilai Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan produk lokal, khususnya sektor kuliner.
Sejumlah produk khas seperti pempek, mie celor, es kacang, dan celimpungan dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui sistem kemitraan maupun waralaba agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Namun, menurut Djoko, pengembangan produk lokal menjadi merek berskala nasional membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam hal standardisasi produk, penyusunan prosedur operasional standar (SOP), serta perhitungan bisnis yang terukur.
“Franchise ini berbicara tentang standardisasi. Proses pembuatan produk harus memiliki SOP yang detail, termasuk analisis bisnis, kebutuhan modal, dan potensi keuntungan. Dengan begitu, investor akan lebih tertarik,” jelasnya.
Djoko mencontohkan produk kuliner yang telah berkembang melalui sistem usaha terstandar, salah satunya rujak cingur yang menurutnya mampu mencapai penjualan sekitar 300 hingga 600 kemasan per hari.
Ia berharap produk khas Sumsel juga dapat mengikuti jejak tersebut dengan dukungan pendampingan, edukasi, serta kolaborasi antara KADIN, iFBEX, HIPMI, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.
Menurutnya, masih banyak produk lokal yang memiliki potensi besar, tetapi belum berkembang secara optimal karena keterbatasan pengetahuan mengenai sistem kemitraan dan pengelolaan bisnis.
“Potensi kuliner Palembang besar. Jangan sampai kita kalah. Kita ingin memberikan edukasi agar para Sultan Muda memahami dasar bisnis yang benar dan mampu membawa merek lokal kita berkembang,” ujarnya.
Djoko menambahkan, pengembangan produk lokal tidak hanya bertujuan memperluas pasar, tetapi juga mendorong agar kuliner khas Sumsel semakin dikenal di berbagai daerah di Indonesia hingga berpeluang menembus pasar internasional.
Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumatera Selatan, Mohammad Taufiq, S.IP. Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan KADIN Sumsel Expo 2026 yang dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM dan calon pengusaha untuk mengembangkan bisnis.
Menurutnya, program 100 ribu Sultan Muda merupakan salah satu upaya mendorong generasi muda agar lebih produktif dan inovatif, sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Ia juga mendorong kolaborasi antara KADIN, perbankan, dan berbagai pihak terkait untuk memperluas akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi, serta pembukaan peluang kemitraan bagi pelaku usaha.
Pemprov Sumsel berharap semakin banyak wirausaha baru tumbuh dan mampu berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, secara virtual menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya momentum ini untuk memperkuat daya saing produk lokal agar semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
