Jakarta, — Meningkatnya perhatian terhadap aspek keberlanjutan dalam rantai pasok global kini tidak hanya menyasar industri besar, tetapi juga semakin relevan bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam mendukung memperluas akses pasar dan pengembangan usaha yang berkelanjutan. Dengan jumlah IKM di Indonesia yang mencapai 4,52 juta unit usaha atau sekitar 99,7% dari total industri nasional, peningkatan transformasi hijau pada IKM akan berdampak besar pada kemajuan industri nasional. Untuk mencapai transformasi tersebut, selain kesiapan operasional dan akses pasar, pengelolaan keuangan yang baik serta penerapan praktik usaha efisien menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan IKM merata di seluruh lapisan. (19/10/26)
Menjawab kebutuhan transformasi tersebut dan di momen Bulan Inklusi Keuangan 2026, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (“Perseroan” atau “MR.D.I.Y. Indonesia”, IDX: MDIY) bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga, IDX: BNGA) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan untuk IKM. Mengusung tema “Growing Sustainably Together: Future Proofing ESG-Driven Supply Chain”, kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku usaha yang terdiri dari IKM binaan Kemenperin dan pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembelajaran nyata dari para praktisi industri mengenai penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) hingga pengelolaan keuangan dan efisiensi bisnis.
Rika Juniaty Tanzil, CFO MR.D.I.Y. Indonesia, mengatakan, “Sebagai Perseroan yang secara aktif menerapkan upaya ESG, pelatihan ini merupakan upaya awal untuk terus mendukung IKM bertumbuh secara berkelanjutan melalui edukasi langsung dari ahli dibidangnya. Bagi MR.D.I.Y. Indonesia, keberlanjutan merupakan bagian dari cara kami bertumbuh bersama ekosistem. Kami percaya bahwa ketika pemasok lokal memiliki akses terhadap pengetahuan keuangan dan manajemen bisnis serta kapasitas yang tepat, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan daya saing bisnisnya.”
Rika menambahkan, MR.D.I.Y. Indonesia terus memastikan bahwa produk-produk berkualitas buatan Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk hadir di pasar modern berskala nasional, sejalan dengan pilar ESG yang dua di antaranya adalah dampak terhadap masyarakat setempat dan rantai pasokan yang bertanggung jawab.
Tidak hanya memastikan rantai pasok yang bertanggung jawab, dalam semangat Bulan Inklusi Keuangan, pada pelatihan ini CIMB Niaga juga hadir untuk membagikan cara mengelola keuangan agar bisnis dapat tumbuh berkelanjutan khususnya bagi para pelaku usaha yang membutuhkan akses layanan keuangan formal dan investasi yang aman dan terpercaya. Untuk itu, CIMB Niaga hadir berbagai one stop financial service yang dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan arus transaksi keuangan melalui supplier financing serta pengelolaan transaksi bisnis secara lebih efisien.
Miranty Supardi, Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga, mengatakan, “Sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk berjalan berdampingan dengan para pelaku IKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Melalui penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan, kami hadir tidak hanya untuk memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendampingi IKM melakukan transisi hijau menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi.”
Didukung oleh Kementerian Perindustrian, Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis Berkelanjutan juga sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan pada Juli 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Program IKM Hijau hadir untuk mempercepat transformasi IKM agar semakin adaptif dalam memenuhi tuntutan pasar global. Tidak hanya pengetahuan mengenai ekonomi hijau, IKM Hijau juga fokus pada pengembangan kapasitas pelaku IKM agar mampu menerapkan praktik usaha yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, mengatakan “Transformasi menuju industri hijau bukan hanya tanggung jawab industri skala besar, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi IKM dalam negeri. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan transformasi industri hijau berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap, kolaborasi lintas sektor dengan MR.D.I.Y. Indonesia dan CIMB Niaga kali ini dapat membantu IKM mendapatkan role model yang bisa dijadikan inspirasi dalam menggerakkan transformasi hijau bagi IKM lainnya di Indonesia,” tutup Reni.
Dalam pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan dari sejumlah praktisi dan pakar keberlanjutan yang membagikan pengalaman serta praktik terbaik dari berbagai sektor, mulai dari Tri Hita Consulting yang membawakan materi mengenai penerapan ESG bagi IKM, Jejakin memberikan pemahaman mengenai metode perhitungan emisi karbon dan pentingnya pengukuran jejak karbon dalam mendukung transformasi bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, salah satu pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia sejak 2023, CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware), turut berbagi pengalaman dalam menerapkan prinsip keberlanjutan dalam bisnis. Melalui sesi ini, KWaS membagikan insight dan praktik yang dapat diterapkan pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk melalui penggunaan bahan baku kayu yang bersumber secara bertanggung jawab dan bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Penerapan prinsip keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya KWaS dalam memperkuat kualitas dan daya saing usaha. Sejalan dengan pengembangan bisnisnya, performa penjualan KWaS di MR.D.I.Y. Indonesia per Oktober 2026 tercatat sebesar 85% dibandingkan dengan total penjualan sepanjang 2025.
Robertus Agung, Direktur Utama, CV Karya Wahana Sentosa, mengatakan, “Bagi KWaS, terus berkembang berarti mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Kemitraan dengan MR.D.I.Y. Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, karena mendukung kami untuk menjangkau akses pasar yang lebih luas dan mendorong kami untuk terus meningkatkan kapasitas usaha. Melalui pelatihan ini pun, kami berharap pengalaman KWaS dapat menjadi inspirasi bagi pelaku IKM dan pemasok lokal lainnya untuk mulai menerapkan prinsip IKM hijau dan melihat keberlanjutan sebagai bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih kuat.”
Dukungan MR.D.I.Y. Indonesia untuk UMKM dan Pemasok Lokal
Sebagai perusahaan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya, MR.D.I.Y. Indonesia terus berkomitmen memperkuat kapasitas UMKM dan pemasok lokal dengan memberikan pendampingan dan pelatihan secara menyeluruh, di bawah pilar pemberdayaan UMKM, program “MR.D.I.Y. Untuk Indonesia”. Pada tahun 2025, sebanyak lebih dari 300 UMKM di tiga provinsi mengikuti program pelatihan selama tiga bulan agar dapat mengintegrasikan prinsip digitalisasi dan keberlanjutan, termasuk membantu UMKM dalam menyusun laporan keberlanjutan yang merujuk pada standar Global Reporting Initiative (GRI).
Tak hanya itu, MR.D.I.Y. Indonesia juga mendukung penguatan usaha lokal dengan melibatkan pemasok lokal dalam rantai pasoknya. Sepanjang 2025, total transaksi pembelian MR.DI.Y. Indonesia terhadap mitra pemasok lokal mencapai Rp949 miliar. Dengan jaringan mencapai lebih dari 1.400 toko di Indonesia, MR.D.I.Y. Indonesia membantu pemasok lokal untuk memperluas akses pasar dan menjangkau konsumen dalam skala nasional tanpa harus membangun jaringan distribusi sendiri.
“MR.D.I.Y. Indonesia percaya bahwa ketika usaha lokal tumbuh dari segala aspek, pelanggan akan mendapatkan lebih banyak pilihan produk berkualitas, industri nasional semakin kuat, dan pada akhirnya menciptakan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.” tutup Rika. ***
