Site icon Trijaya FM Palembang

Sinyal Positif Pasar Modal: AADI, TLKM, dan TPIA Alokasikan Dana Buyback Triliunan Rupiah

Palembang — Tren penstabilan harga saham dan peningkatan nilai pemegang saham tengah marak dilakukan oleh deretan emiten kelas berat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Memasuki kuartal IV-2026, sejumlah perusahaan konglomerasi dan BUMN besar—termasuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)—secara masif menyiapkan alokasi dana hingga triliunan rupiah untuk menggelar aksi pembelian kembali (buyback) saham.

​Langkah strategis ini dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar modal domestik, mempertegas komitmen emiten dalam menjaga kepercayaan publik di tengah dinamika gejolak ekonomi global dan fluktuasi indeks harian.

​AADI Gelontorkan Hingga Rp5 Triliun untuk Stabilisasi Pasar

​Salah satu aksi buyback terbesar datang dari PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI). Manajemen AADI mengumumkan rencana alokasi dana maksimal Rp5 triliun untuk memborong kembali saham perusahaan di pasar sekunder.

​Pelaksanaan aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung cukup panjang, mulai 20 Oktober 2026 hingga 22 Mei 2027. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menopang ketahanan harga saham serta memberikan fleksibilitas pengelolaan struktur permodalan.

​TLKM Percepat Aksi Buyback, Sisa Anggaran Tembus Rp3 Triliun

​Emiten telekomunikasi milik negara, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), juga mengambil langkah agresif dengan mempercepat program buyback saham senilai total maksimal Rp4 triliun.

​Aksi yang didanai penuh dari kas internal ini telah bergulir sejak 9 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 8 Juni 2027. Berdasarkan catatan per 19 Oktober 2026, Telkom masih mengantongi sisa anggaran buyback lebih dari Rp3 triliun, yang siap diserap secara bertahap sesuai kondisi dinamika pasar.

​TPIA Siapkan Rp1 Triliun dari Kas Internal

​Tak ketinggalan, emiten petrokimia terpadu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut meramaikan gelombang buyback ini. TPIA mengalokasikan dana kas internal hingga Rp1 triliun untuk merealisasikan pembelian saham kembali pada periode 19 Oktober hingga 31 Desember 2026.

​Manajemen TPIA menyatakan bahwa aksi buyback ini bertujuan untuk memperkuat nilai investasi bagi para pemegang saham, menepis volatilitas harga saham yang kurang mencerminkan fundamental perusahaan, serta menjaga dorongan positif terhadap persepsi publik.

​Efek Positif bagi Sentimen Pasar Modal

​Maraknya aksi buyback yang dilakukan oleh deretan emiten berkapitalisasi besar ini disambut hangat oleh para pelaku pasar. Selain menambah likuiditas dan memperkuat batas bawah (support) harga saham masing-masing emiten, komitmen dana triliunan rupiah ini mencerminkan tingginya keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis internal mereka.

​Di tengah momentum IHSG yang sempat melesat tajam baru-baru ini, gelombang aksi buyback korporasi diyakini akan terus menjadi benteng penahan (cushion) sentimen positif bagi iklim investasi saham di Tanah Air.(Ly)