Global Highlights: Kekhawatiran Valuasi dan Suku Bunga Memicu Pelemahan Pasar AS
Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan 18 November 2025. Ketiga indeks acuan mengalami penurunan, dengan S&P 500 mencatatkan pelemahan untuk hari keempat berturut-turut. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran atas valuasi yang tinggi dan menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga pada Desember.
Tekanan Sektor Teknologi: Aksi jual saham teknologi menjadi beban utama.
Saham Nvidia turun lebih dari 2% dan telah terkoreksi 10% sepanjang bulan ini di tengah kekhawatiran valuasi dan fundamental pasar AI, menjelang rilis kinerja kuartal III (19/11).
Amazon turun lebih dari 4%, dan Microsoft melemah lebih dari 2%.
Sektor Non-Teknologi: Home Depot memproyeksikan penurunan laba tahunan yang lebih dalam dari perkiraan, memicu kekhawatiran atas pasar perumahan dan daya beli konsumen AS.
Komoditas dan Obligasi: Harga minyak dan emas menguat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah seiring dengan turunnya selera risiko investor.
Rilis Data Ekonomi: Beberapa indikator ekonomi yang sempat tertunda mulai dirilis:
Pesanan baru produk manufaktur untuk Agustus naik 1,4% (mom), sesuai proyeksi.
Klaim pengangguran awal mencapai 232.000 pada pekan yang berakhir 18 Oktober.
🇮🇩 Domestic Highlights: IHSG dan Rupiah Melemah, Investor Asing Net Buy
Pasar domestik menunjukkan tren pelemahan.
- Aktivitas Pasar: Nilai transaksi sebesar Rp19,70 triliun.
- Aksi Asing: Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp281,02 miliar pada 18/11, meskipun secara akumulatif masih membukukan net sell senilai Rp33,49 triliun YTD.
Perkembangan Kebijakan dan Ekonomi Domestik
- Perdagangan Migas: Pemerintah menawarkan impor migas AS sebesar 15 juta ton sebagai negosiasi tarif resiprokal, termasuk opsi tambahan 5 juta ton LPG oleh swasta.
- Dana Pemerintah: Penempatan dana di perbankan naik menjadi Rp276 triliun per 10 November 2025, dengan penyerapan oleh Himbara telah mencapai 85% atau Rp167,70 triliun.
- Tenaga Kerja: BPS mencatat tenaga kerja ekonomi kreatif naik menjadi 27,40 juta jiwa pada 2025.
- KUR: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp238 triliun atau 83% dari target per 15 November 2025, didorong oleh tingginya debitur baru dan porsi sektor produksi (60,70%).
- Sektor Energi: Kapasitas pembangkit terpasang nasional mencapai 107 GW per Oktober 2025, di mana EBT berkontribusi 15,47 GW (14,4%).
💼 Corporate Highlights: Kinerja Emiten Campuran
Beberapa emiten melaporkan kinerja kuartal III-2025 dengan hasil yang bervariasi:
- MIKA (Mitra Keluarga): Laba bersih naik 16,50% (yoy) menjadi Rp1,01 triliun, didukung oleh kenaikan pendapatan 9,98% (yoy) menjadi Rp3,98 triliun.
- GPRA (Perdana Gapuraprima): Laba bersih turun 7,34% (yoy) menjadi Rp76,83 miliar, seiring dengan penurunan penjualan bersih 9,35% (yoy).
- ZYRX (Zyrexindo Mandiri Komputama): Menerima pesanan pembelian 120.358 unit laptop dari Kemendikdasmen dengan nilai kontrak sekitar Rp793 miliar.
- SMRA (Summarecon Agung): Total marketing sales mencapai Rp3,6 triliun per kuartal III-2025, setara 71% dari target tahunan Rp5 triliun.
- SIDO (Sido Muncul): Baru menyerap modal kerja 24,66% dari total anggaran Rp175 miliar, dengan sisa capex direncanakan untuk dialokasikan sebagai dividen. (Ly/ril)
