- February 21, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
JAKARTA – Bertepatan dengan hari kedua datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menyambangi Yayasan Tahfiz Yatim Cahaya Alam Jakarta. Jika sebelumnya pernah dua kali berbagi ‘Jumat Berkah‘, namun kali ini untuk ‘Berbagi Takjil Spesial Ramadhan‘ dan ‘Sedekah Barang’.
Terkait kunjungan Tim PJBW yang dipimpin Agus Santosa (Ketua/Admin PJBW) dan didampingi Kelana Muda (Penasehat PJBW) memang sudah dirancang jauh-jauh hari sebelum datangnya Ramadhan 1447 H/2026 M. Pilihan itu karena di yayasan tersebut, juga banyak membina anak-anak dan remaja yatim dan dhuafa yang Tafiz Al-Qur’an.
Hal tersebut, seperti dijelaskan Agus Santosa, karena sesuai dengan pengembangan kegiatan PJBW dalam bentuk ‘Sedekah Barang‘ yang berisikan item : Kain Sarung, Sajadah, Mukenah dan Al-Quran. Setidaknya pada pelaksanaan di tahun kedua PJBW, bisa memberikan nilai lebih lain kepada para penerima manfaat.
“Bahkan untuk penyediaan Sedekah Barang, sangat disupport donatur tetap PJBW. Baik itu dari kalangan internal wartawan dari lintas media se-Jabodetabek, artis maupun profesional lain yang selama ini sangat concern agar kegiatan ibadah sosial terus ditingkatkan,” ucap Agus Santosa, mantan wartawan Harian POSKOTA yang kini mengelola media POSBERITAKOTA.COM.
Hal senada pun disampaikan Kelana Muda selaku Penasehat PJBW. Menurutnya, masih dalam momentum Ramadhan 1447 H, kegiatan ‘Berbagi Takjil‘ dan ‘Sedekah Barang‘ bakal terus ditingkatkan dengan mendatangi sejumlah yayasan, rumah yatim maupun personal penerima manfaat yang tepat sasaran.
“Jadi, momentum Ramadhan 1447 H di tahun 2026 ini, benar-benar tidak ingin kami lewatkan. Apalagi dari kegiatan PJBW, bisa melatih sikap kepedulian teman-teman wartawan atau relasi media, khususnya terhadap kondisi masyarakat,” tegas Kelana Muda, wartawan yang memiliki pergaulan luas dengan kalangan pengusaha di Jakarta.
Saat menyambangi Yayasan Cahaya Alam yang beralamat di wilayah Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur – Tim PJBW yang tengah menjalani pekan ke-64 (Jumat 20 Pebruari 2026), tidak hanya disambut hangat pengurus yayasan. Tetapi, juga oleh puluhan anak-anak dan remaja yang selama ini dibina.
Perwakilan pengurus Yayasan Cahaya Alam Jakarta, Ibu Siti, Ibu Sri dan Pak Nasrullah, sejak pukul 16.00 WIB sudah menanti kedatangan Tim PJBW. Kelana Muda (Penasehat PJBW) yang datang bersama Soetrisno Boeyil selaku Ketua FORWAN (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia, telah datang lebih dulu sejak pukul 17.00 WIB.
Tim PJBW yang tiba 25 menit jelang beduq Maghrib, langsung mendistribusikan sebanyak 60-an boks Takjil Ramadhan dan 3 dus air mineral pendamping untuk berbuka puasa anak-anak/remaja binaan Yayasan Cahaya Alam Jakarta. Selain itu juga menyerahkan sebanyak kantong goody bag dari ‘Sedekah Barang’ yang sudah dijanjikan ke-10 penerima.
Mereka yang menjadi penerima ‘Sedekah Barang‘ antara lain adalah: Lala, Niken, Shakira, Ayuna dan Nayla (kelompok putri). Sedangkan Ari, Arif, Beta Fajri dan Fakhrul (kelompok putra). Harapannya, Tim PJBW bisa datang kembali untuk memberikan hal serupa, meski tidak harus di momentum Ramadhan.
Sementara itu Tim PJBW dalam pelaksanaan ‘Berbagi Takjil‘ di jalan-jalan antara Bekasi menuju Jakarta PP, juga menemui banyak penerima manfaat. Siapa saja mereka? Antara lain ada Pak Yandi (pekerja kasar pemasangan kabel telkom) di Sumarecon, Ibu Upi (kaum rentan) di Jalan Pangeran Jayakarta, Kota Bekasi.
Selanjutnya, ada pula ketemu Pak Maryani (tukang becak) di Duta Kranji, Tato (anak pemulung), Pak Tri (operator Pom Bensin) dan Badri (bocah cilik pedagang donat) yang tengah menjajakan jualannya di pom bensin kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Begitu pun saat arah balik lagi ke Bekasi. Di sepanjang daerah Kalimalang antara Jakarta – Bekasi – Tim PJBW yang tengah ‘Berbagi Takjil‘ bertemu : Ibu Surti dan kedua anaknya (kaum rentan) dan Pak Asrusi (tukang parkir) ditemui di Jalan Pahlawan Revolusi – Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Namun saat mulai melintas di sepanjang Jalan Raya Kalimalang bertemu Pak Seno (tukang parkir) dan Bang Arsad (pemulung). Termasuk Ibu Diah dan juga bersama kedua putrinya (pemulung) dan Pak Burhan (tukang parkir) yang tengah berada di Jalan Raya Kalimalang Billy Moon, Jaktim.
Juga ada sosok Pak Ateng (pencari kardus bekas) di sekitar Pasar Sumber Artha – Kalimalang, Bekasi. Pak Hadi (penjual kerupuk) keliling meski dirinya tunanetra, Pak Hendra dan Pak Untung (pemulung) di wilayah Kabupaten Bekasi sebagai penutup ‘Berbagi Takjil‘ PJBW. (***)
