- April 12, 2022
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menerbitkan Laporan Perekonomian Provinsi Sumsel Edisi Triwulan IV-2021.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja mengatakan Sejalan dengan perbaikan ekonomi nasional, kinerja perekonomian Sumatera Selatan triwulan IV 2021 tercatat tumbuh meningkat. Secara keseluruhan tahun 2021, perekonomian Sumatera Selatan pada tahun 2021 tumbuh 3,58% (yoy), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang terkontraksi -0,11% (yoy). Dari sisi komponen pengeluaran, perbaikan kinerja ini terutama bersumber dari perbaikan kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan ekspor luar negeri. Dari sisi LU, perbaikan kinerja tahunan terutama ditopang oleh peningkatan kinerja LU Pertambangan dan Penggalian serta LU Industri Pengolahan seiring perbaikan harga komoditas yang terus berlanjut sejak awal tahun 2021.
Perkembangan inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Maret 2022 tetap terjaga yaitu tercatat sebesar 0,69% (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar -0,01% (mtm).
Mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan nasional serta berbagai indikator terkini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2022 diperkirakan meningkat. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2022 diproyeksikan tumbuh pada kisaran 3,56% – 5,16% (yoy). Kinerja tersebut seiring dengan perbaikan mobilitas masyarakat dengan meredanya penyebaran COVID-19. Selain itu, berlanjutnya pengerjaan berbagai proyek infrastruktur (tol dan irigasi bendungan) juga turut mendorong kinerja perekonomian tahun 2022. Perbaikan harga komoditas internasional juga turut mendorong ekspor komoditas unggulan Sumsel (batubara, karet, dan kelapa sawit). Dari sisi komponen pengeluaran, perbaikan kinerja ekonomi Sumatera Selatan tahun 2022 bersumber dari konsumsi, investasi, dan ekspor. Dari sisi LU, perbaikan tersebut bersumber dari membaiknya kinerja LU Pertambangan dan Penggalian, LU Industri Pengolahan, LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta LU Perdagangan Besar dan Eceran.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan kebijakan moneter, relaksasi kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pengembangan UMKM, dan pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan kebijakan Nasional untuk menuju Indonesia Maju. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2022, Bank Indonesia menetapkan BI 7-Day RR Rate tetap 3,5%, standing facility 2,75% di batas bawah dan 4,25% di batas atas. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, pungkasnya.
