- February 14, 2023
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) ada 196,71 juta pengguna internet di Indonesia atau sekitar 73,7% dari total penduduk. Hal ini tentunya harus di manfaatkan secara bijak dalam rangka meningkatkan perekonomian negara.
“Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan mengoptimalkan literasi digital untuk masyarakat,” sebut Joseph selaku narasumber pada Webinar Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Ditjen APTIKA Kemkominfo RI dengan tema ‘Dampak Literasi Digital Terhadap Perkembangan Ekonomi Negara’ secara virtual. Jakarta (14/02/2023).
Menurutnya, literasi digital juga dapat menjadi tameng dari masalah yang timbul dari penggunaan ekonomi digital seperti pencurian, penipuan, dan manipulasi.
“Keamanan data yang sangat rentan terhadap kejahatan ini memerlukan literasi digital untuk meminimalisir hal tersebut,” ujar Tokoh Masyarakat Sulawesi Utara tersebut.
Indeks literasi digital tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menentukan kebijakan yang akan diterapkan oleh pemerintah. Seperti pada momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2021 yang diselenggarakan pada hari Kamis (20/05/2021) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Program Literasi Digital Nasional.
“Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan transformasi digital khususnya terkait pengembangan sumber daya manusia digital,” tutup Joseph.
Sementara itu narasumber selanjutnya Founder Membara Law Firm, Marchelino C.N Mawengkang, S.H., M.Kn mengatakan bahwa literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.
Selain mencari informasi dan menambah wawasan, Marchelino menjelaskan manfaat literasi digital juga dapat untuk meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berpikir serta memahami informasi, serta dapat meningkatkan daya fokus dan konsentrasi individu.
“Dengan begitu, seluruh kegiatan sehari-hari maupun bisnis dapat dilakukan dengan cepat dan akurat,” ujar Marchelino.
Meski begitu, era ekonomi digital saat ini memiliki beberapa tantangan yang harus kita lewati, diantaranya yaitu cyber security, persaingan kualitas SDM yang ketat, ketersediaan akses internet yang memadai, dan regulasi perkembangan zaman.
Adapun permasalahan yang marak sekali ditemukan yaitu phising atau pencurian identitas. “Adapun data yang paling sering menjadi incaran adalah data usia, nama, alamat, akun, dan kode sandi,” sebutnya.
Ia menyebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari cyber crime yaitu, memetakan ancaman, membuat kebijakan yang kuat, menjalin kolaborasi yang baik antar lembaga, meningkatkan keterampilan, dan membentuk pusat data nasional.
“Berkembangnya media dan teknologi berdampak besar pada meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengembangkan bisnis dan produktif dalam memasarkan produknya di platform digital”, kata Hillary.
Hadirnya platform digital seperti Google dan Youtube sebagai wadah free education Hillary berharap agar masyarkat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara agar mau mengambil kesempatan-kesempatan yang unlimited untuk meningkatkan literasi digital ekonomi.
“Dunia digital akan membuka kesempatan yang tidak terbatas dalam membantu segala aktivitas ekonomi seperti marketing, iklan berbayar, membuat foto produk, dan lainnya,” sebut Anggota Komisi I DPR RI tersebut.
Pada akhir penyampaiannya Hillary kembali berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan platform digital dengan baik dan optimal dengan tujuan pengembangan bisnis dan pengembangan passion, sehingga masyarakat dapat terbantu secara masif dalam meningkatkan finansial keluarga.//Kelana Peterson/Ril
