Jelang Ramadhan, Sumatera Selatan Siapkan Empat Inovasi Ketahanan Pangan

Palembang – Bank Indonesia Provinsi  Sumatera  Selatan  (BI Sumsel) luncurkan  empat  program unggulan sebagai inovasi pengendalian  inflasi menjelang Ramadhan khususnya komoditas pangan. Program ini diusung  melalui  Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang bersinergi dan selaras dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), program kemandirian pangan yang dicanangkan Pemerintah Sumsel pada Desember 2021. Empat program tersebut yaitu optimalisasi pasar murah, peningkatan pasokan, modernisasi pertanian,  dan peningkatan produksi. Demikian mengemuka dalam perhelatan GNPIP Sumsel (24/10) diPalembang dengan tajuk “Sinergi dan Inovasi Untuk Ketahanan Pangan Nasional Melalui Program Sumsel Mandiri Pangan”,  sebagai  softlaunching GNPIP menjelang kickoff-nya diawal Maret  2023, dan  selanjutnya akan hadir disejumlah wilayah.GNPIP sendiri merupakan wujud komitmen bersama untuk mengoptimalkan langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Misi XIRI yaitu Fauzi  H.Amro,dan Achmad Hafisz Tohir. Dalam sambutannya,  Deputi Gubernur  Aida  menyampaikan bahwa yang utama dalam menjaga inflasi adalah ketersediaan pasokan  atau terjadinya ketahanan pangan.”Masalah klasikal yang kita hadapi adalah kesenjangan pasokan  antar  waktu dan antar daerah. Maka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) danTim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) berkomitmen pastikan keterjangkauan, ketersediaan, kelancaran dan komunikasi kepada seluruh masyarakat. Program menanam cabai GNPIP telah berperan dalam ketersediaan dan pengendalian harga dipasar. Sehingga, GNPIP masih diperlukan untuk mencapai ketahanan pangan. Ditahun kedua GNPIP ini, kita perlu pastikan ketersediaan pasokan dan distribusi sebagai fokus utama. Mari kita penuhi dengan jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau,”pungkas Deputi Gubernur Aida.

Sejalan dengan itu, Gubernur Sumsel juga menyampaikan bahwa komoditas pertanian menjadi sektor yang paling bertahan dipandemi dan mendukung pertumbuhan.Dalam rangka mendukungnya, kami mengubah pola pikir masyarakat dari membeli menjadi menghasilkan untuk menciptakan kemandirian gizi pangan.Program yang telah dilakukan berkontribusi bagi penurunan angka kemiskinan menjadi11,95% pada September2022. Mari kita bersama menciptakan solusi dan melakukan eksekusi yang konkrit bagi sektor pertanian ditengah anomali cuaca,dengan konektivitas dan distribusi yang baik.

Lebih lanjut, empat program tersebut diimplementasikan denqan pertama, optimalisasi pasar murah bersama denqan rilis jadwal pasar murah bersama dan perluasan informasi melalui iklan layanan masyarakat. Optimalisasi pasar murah tersebut juga didukunq dengan digitalisasi melalui kehadiran pembayaran QRIS dan penguatan aplikasi marketplace “SIBEJAJO”.Kedua, peningkatan  pasokan.

Melalui perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD) yaitu antara Kota Lubuklinggau dan Kota sendiri merupakan wujud komit men bersama untuk mengoptimalkan langkah pengendalian inflasi dari sisi suplai dan mendorong produksi guna mendukung ketahanan pangan secara integratif, masif serta sarana digital farming (alat detek sicuaca,alat pemupukan otomatis). Keempat, peningkatan dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), program kemandirian pangan yang dicanangkan Pemerintah Sumsel pada Desember 2021.Empat program tersebut yaitu optimalisasi pasar murah, GSMP  yang diharapkan mendorong keluarga mandiri pangan dengan merubah mindset masyarakat dari pembeli  menjadi penghasil. Melalui GSMP,setiap rumah tangga didorong untuk bisa memanfaatkan lahan pekarangan  sebagai sumber pangan melalui pemberian bibit, edukasi keahlian bercocok tanam,serta penanganan pasca panen.masyarakat. Optimalisasi pasar murah tersebut juga didukung dengan digitalisasi melalui kehadiran  pembayaran QRIS dan penguatan aplikasi marketplace SIBEJAJO. Kedua, peningkatan pasokan Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif). GNPIP berupaya mengoptimalkan langkah pengendalian harga terutama melalui pengelolaan suplai pangan, termasuk mendorong produksi menuju ketahanan pangan yang integrative dan massif guna mendukung tercapainya sasaran inflasi. (ly/ril)



Leave a Reply