Susur Sungai Musi: Upaya Nyata Bank Indonesia Memenuhi Kebutuhan Uang Rupiah Tepian Sungai sampai Muara Sungai Musi

Palembang – Bank Indonesia berkomitmen untuk menjamin tersedianya Uang Rupiah Layak Edar melalui kegiatan Pengedaran Uang Rupiah, salah satunya dengan layanan Kas Keliling dimana masyarakat dapat melakukan penukaran uang rusak/cacat/lusuh di luar kantor Bank Indonesia. Atas komitmen tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Pangkalan TNI AngkatanLaut (AL) Palembang menyelenggarakan kegiatan “Susur Sungai Musi untuk Cinta Bangga Paham Rupiah” pada Jumat, 24 Februari 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan uang Rupiah di masyarakat wilayah perairan Sungai Musi dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layakedar. Selain itu kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan daya dukung bagi ekonomi masyarakat  tepian Sungai Musi yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

Kegiatan kas keliling Susur Sungai Musi (SSM) dilaksanakan di dua daerah, yakni Desa Sungsang dan  Desa Upang, yang merupakan desa di pesisir Sungai Musi. Kedua desa tersebut dipilih karena merupakan kampong nelayan dengan aktivitas ekonomi yang besar dan diperkirakan memiliki tingkat uang lusuh yang cukup tinggi. Seremoni pelepasan Tim Susur Sungai Musi telah dilangsungkan pada hariJumat, 24 Februari 2023 di Benteng Kuto Besak dan dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ibu Aida S. Budiman, Komandan Pangkalan TNI AL Palembang, Bapak Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko, S.E., M.TrHanla, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Erwin Soeriadimadja, serta GM PT Pelindo Reg. II Palembang, Imam Rahmiyadi. Pelepasan Tim Susur Sungai Musi dilakukan secara simbolis oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui penyematan Rompi Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) sekaligus penyerahan Kotak Khazanah kepada perwakilan Tim Susur Sungai Musi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat kecintaan dan kebanggaan masyarakat pesisir sungai Musi terhadap Rupiah sebagai symbol kedaulatannegara. Selanjutnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan layanan Kas Keliling pertama di sungai Musi dan berharap dapat menjadi agenda rutin tahunan mengingat sungai Musi merupakan sungai terpanjang kedua di pulau Sumatera yang memiliki panjang 750 kilometer dan membelah Kota Palembang menjadi dua wilayah sehingga  memiliki kapasitas ekonomi yang besar. Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko yang turut serta dalam kegiatan ini menyambut baik keberlanjutan kegiatan Susur Sungai Musi dan siap bekerjasama dengan Bank Indonesia.

Pejuang Rupiah Sumsel yang merupakan tim Kas Keliling Susur Sungai Musi yang diketuai oleh Bapak Agus Taufik merasa sangat bangga karena antusiasme masyarakat Desa Upang dan Desa Sungsang sangat tinggi untuk menukarkan uang lusuh dengan uang layak edar, termasuk Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 yang juga telah ditransaksikan di masyarakat.

Kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan edukasi Cinta  Bangga Paham (CBP) Rupiah sebagai bentuk kecintaan dan pemahaman terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan NKRI yang harus dijaga bersama. Selain itu, Bank Indonesia juga turut memberikan edukasi literasi digital mengenaiQuick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Dengan adanya kegiatan edukasi tersebut diharapkan literasi masyarakat tepian sungai musi terhadap pengelolaan uang dalam transaksi ekonomi dapat  meningkat. Kegiatan ini juga disertai dengan pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa sembako dan pelepasan benih ikan endemik untuk pelestarian habitat di sungai Musi.(ly/ril)



Leave a Reply