- August 20, 2024
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Global Higlights
• Indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (19/8). Indeks S&P 500 dan Nasdaq memperpanjang kenaikan beruntun mereka selama delapan hari beruntun dan merupakan yang terpanjang selama tahun 2024. Hal ini didorong oleh terus pulihnya instrumen ekuitas dari aksi jual investor sejak dua minggu lalu akibat ketakutan pasar terhadap resesi. Selain itu, reli ini melanjutkan kenaikan mingguan terbesar pasar saham AS tahun ini, di mana ketiga indeks utama melonjak antara 2,9% hingga 5,3%. Dari sebelas indeks saham S&P 500, sektor layanan komunikasi mengalami persentase kenaikan terbesar. Sementara itu, kenaikan indeks Nasdaq ditopang oleh kenaikan sejumlah saham, yaitu Nvidia, Microsoft, dan Alphabet.
• Pergerakan indeks Wall Street pada perdagangan Senin (19/8) memperpanjang reli pemulihan pasar. Hal ini turut menandai perubahan positif di tengah volatilitas yang melanda pasar saham AS. Sejumlah rilis data ekonomi baru-baru ini, seperti tingkat inflasi, penjualan ritel, klaim pengangguran awal, dan laporan pendapatan yang kuat telah meredakan kekhawatiran pasar. Saat ini, para investor tengah menantikan petunjuk terkait arah suku bunga dan berharap adanya pemangkasan suku bunga. Pelaku pasar akan berfokus pada pidato Ketua Fed Jerome Powell pada Jumat (23/8) dan menunggu konvensi nasional Partai Demokrat yang telah dimulai pada hari Senin (19/8). Akan tetapi, sebelum itu, pelaku pasar akan menganalisis risalah dari pertemuan terakhir Fed yang akan dirilis pada hari Rabu (21/8).
• Sementara itu, untuk komoditas lainnya, yaitu harga minyak mintah mengalami koreksi lebih dari USD2 per barel pada Senin (19/8). Harga minyak turun didorong oleh prospek keberhasilan perundingan damai di Timur Tengah yang menurunkan risiko gangguan pasokan. Di sisi lain, perlambatan ekonomi dan program dekarbonisasi di China terancam menekan permintaan bahan bakar. Saat ini, para pelaku pasar tengah menanti petunjuk tentang strategi OPEC+ dimana negara-negara anggotanya akan mulai menambah pasokan pada kuartal berikutnya.
Domestic Highlights
Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Senin (19/8) ditutup menguat 0,47% (dtd) ke posisi 7.466,83 dari penutupan sebelumnya pada level 7.432,09. Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp9,28 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp11,66 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp599,30 miliar. Secara akumulatif, investor asing membukukan net buy senilai Rp4,97 triliun sejak awal tahun. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terapresiasi ke level Rp15.553/USD dari sebelumnya Rp15.690/USD.
Beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya, yaitu:
• Kemenkeu: Posisi utang pemerintah meningkat sebesar 0,68% (mom) menjadi Rp8.502,69 triliun pada akhir Juli 2024. Sebagai informasi, angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi utang pada akhir Juni 2024 yang sebesar Rp8.444,87 triliun.
• Pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,53% dari PDB atau sekitar Rp616,2 triliun dalam RAPBN 2025. Adapun target tersebut lebih tinggi dibandingkan target defisit APBN 2024 sebesar 2,29% dari PDB.
• Pemerintah menargetkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,2% dalam RAPBN 2025. Target tersebut masih sama seperti dalam target APBN 2024.
• Pemerintah menargetkan inflasi sebesar 2,5% dalam RAPBN 2025. Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi inflasi tahun 2024 sebesar 2,7%-3,2%.
• Pemerintah memperkirakan pembayaran bunga utang meningkat sebesar 10,8% (yoy) menjadi Rp552,8 triliun dalam RAPBN 2025. Adapun jumlah tersebut terdiri atas pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp497,62 triliun dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp55,2 triliun.
Corporate Highlights
• CASS membukukan kenaikan laba bersih sebesar 118,37% (yoy) menjadi Rp181,61 miliar sepanjang semester I-2024. Adapun laba tersebut naik dibandingkan laba bersih Rp83,16 miliar pada periode yang sama tahun 2023 lalu.
• SMGR telah menyuplai 695 ribu ton semen untuk sejumlah proyek di IKN. Sejumlah proyek tersebut terdiri dari pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden, dan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
• MSIN berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Adapun jumlah saham sebelum stock split sebanyak 12,14 miliar saham akan berubah menjadi sebanyak 60,68 miliar saham.
• ISAT berencana melakukan stock split dengan rasio 1:4. Adapun jumlah saham sebelum stock split sebanyak 8,06 miliar saham akan berubah menjadi sebanyak 32,25 miliar saham.
• LPGI akan melakukan stock split dengan rasio 1:10. Sehingga total saham yang beredar dari sebanyak 300 juta saham menjadi 3 miliar saham setelah stock split.
Terima kasih
