- August 23, 2024
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Global Highlights
• Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (22/8). Penurunan tersebut salah satunya dipicu oleh melemahnya kinerja saham teknologi yang membebani Nasdaq dan kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun yang naik hampir 9 basis poin. Di antara 11 sektor utama S&P 500, saham teknologi mencatatkan persentase penurunan terbesar, yakni 2,1%. Sementara itu, sektor real estate mencatatkan kenaikan tertinggi. Pada sesi ini, volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 9,79 miliar saham dengan rata-rata 11,89 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
• Pergerakan pasar pada Kamis (22/8) turut mengalihkan perhatian investor pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell di konferensi tahunan bank sentral pada Jumat (23/8). Investor akan fokus pada isu tersebut untuk memperoleh petunjuk mengenai kepastian waktu dan besaran pelonggaran kebijakan suku bunga oleh The Fed. Para analis meyakini bahwa Powell akan meyakinkan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Keputusan The Fed tersebut tentunya akan melihat bagaimana perkembangan di pasar tenaga kerja. Menyusul rilis revisi data pekerjaan yang lebih rendah pada Rabu (21/8), nampaknya hal itu mengkonfirmasi bahwa The Fed akan segera menurunkan suku bunga kebijakannya. Hal ini turut dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat The Fed, yaitu Frank Schmid, Susan Collins, dan Patrick Harker pada Kamis (22/8) yang mengindikasikan bahwa akan segera terjadi penurunan suku bunga.
• Sejumlah negara asia lainnya turut mengumumkan suku bunga kebijakannya pada minggu ini. Bank of Thailand (BOT) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada 2,5% setelah pertumbuhan negara tersebut meningkat dan tengah menunggu kebijakan perdana menteri baru. Sementara itu, Bank of Korea (BOK) memutusukan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil di angka 3,5% untuk mengendalikan kenaikan harga rumah.
Domestic Highlights
Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Kamis (22/8) ditutup melemah 0,87% (dtd) ke posisi 7.488,68 dari penutupan sebelumnya pada level 7.554,59. Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp39,59 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp11,91 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,26 triliun. Secara akumulatif, investor asing membukukan net buy senilai Rp9,69 triliun sejak awal tahun. Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terdepresiasi ke level Rp15.600/USD dari sebelumnya Rp15.485/USD.
Beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya, yaitu:
• BI: Kredit perbankan meningkat sebesar 12,40% (yoy) pada Juli 2024. Sebelumnya, pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2024 tumbuh sebesar 12,36% (yoy).
• BI: Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 7,72% (yoy) pada Juli 2024. Meskipun demikian, terjadi perlambatan pertumbuhan DPK sebesar 8,45% (yoy) pada periode yang sama.
• BI: Defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2024 tercatat sebesar USD3 miliar atau setara 0,9% dari PDB. Sebagai informasi, defisit tersebut mengalami kenaikan sebesar USD0,6 miliar dari USD2,4 miliar atau setara 0,7% dari PDB pada kuartal I-2024.
• BI: Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatatkan defisit sebesar USD0,6 miliar pada kuartal II-2024. Adapun defisit NPI tersebut menunjukan perbaikan kinerja dibandingan kuartal I-2024 yang tercatat sebesar USD6 miliar.
• BI memperkirakan akan adanya inflasi pangan yang disebabkan pada saat panen raya di semester II-2024. Adapun proyeksi tersebut didasari oleh potensi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium-premium dan potensi penurunan produksi beras pada semester II-2024.
Corporate Highlights
• ACES mencatat pertumbuhan Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 4,6% (yoy) pada Juli 2024. Pertumbuhan tersebut didorong secara signifikan oleh strategi Stock Keeping Unit (SKU) dan ekspansi toko ke area baru.
• BRIS mencatat peningkatan penyaluran pembiayaan UMKM sebesar 14,54% (yoy) menjadi Rp47,72 triliun per Juni 2024. Selain itu, Selain pembiayaan, BSI juga memberikan pendampingan dan pelatihan melalui UMKM Center yang tersebar di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
• INPP mencatat peningkatan laba bersih sebesar 169% (yoy) menjadi Rp315 miliar pada semester I-2024. Sejalan, pendapatan juga meningkat sebesar 4% (yoy), dari Rp538 miliar menjadi Rp556 miliar pada periode yang sama.
• WIFI berencana melakukan rights issue dengan jumlah maksimal 4,72 miliar lembar saham. Adapun dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk membayar pokok dan bunga pinjaman serta tambahan modal kerja perseroan.
• ERAL berencana membuka 25 toko baru pada semester II-2024, melanjutkan ekspansi dari semester sebelumnya yang juga membuka 25 toko baru. Hingga kini, ERAL telah mengoperasikan total 141 gerai di seluruh Indonesia.
Terima kasih
