Sari Yuliati Kawal Percepatan Infrastruktur Irigasi di Lombok, Program P3TGAI 2026 Meningkat 610 Persen

Mataram, NTB – Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Ekonomi dan Keuangan (Korekku), Sari Yuliati, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan di Pulau Lombok. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui dukungannya terhadap pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2026 yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sari Yuliati saat menghadiri kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Pakta Integritas antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dengan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Selasa (23/6/2026), di Mataram.

Legislator Daerah Pemilihan NTB II juga mengucapkan selamat kepada seluruh kelompok P3A yang telah ditetapkan sebagai penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun 2026. Menurutnya, program tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Pulau Lombok.

“Program ini bukan sekadar pembangunan saluran irigasi, tetapi investasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Air adalah kebutuhan utama pertanian, sehingga keberadaan jaringan irigasi yang baik akan memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahannya,” Ucap Sari Yuliati dalam sambutan nya di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selasa (23/06/2026).

Ia menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama dan pakta integritas bukan hanya formalitas administrasi, tetapi bentuk komitmen bersama untuk memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Menurutnya, setiap anggaran Negara yang dialokasikan melalui Program P3TGAI harus mampu menghasilkan manfaat nyata berupa peningkatan kualitas jaringan irigasi yang berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian masyarakat.

“Keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang memadai. Irigasi yang berfungsi dengan baik akan meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas lahan, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” Katanya.

Selain memberikan manfaat bagi sektor pertanian, Ia juga menjelaskan bahwa Program P3TGAI juga memiliki dampak ekonomi yang luas karena dilaksanakan melalui mekanisme swakelola masyarakat. Dalam skema tersebut, kelompok P3A menjadi pelaku utama pembangunan sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian desa.

“Pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan sumber daya setempat akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok P3A menjaga kualitas pekerjaan dan memegang teguh integritas dalam pelaksanaan program,” Tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sari Yuliati juga memaparkan capaian perjuangannya dalam menghadirkan berbagai program pembangunan untuk masyarakat Lombok. Bahwa jumlah Program P3TGAI yang berhasil diperjuangkan pada tahun 2026 meningkat drastis menjadi 135 titik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 19 titik.

“Terjadi peningkatan sekitar 610 persen. Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat Lombok terus kami perjuangkan sehingga mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Tidak hanya di sektor irigasi, berbagai program pembangunan lainnya juga berhasil diperjuangkan, mulai dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.

Ia menyoroti peningkatan signifikan pada program bantuan rumah layak huni. Jika pada tahun sebelumnya hanya sebanyak 350 unit rumah yang berhasil diperjuangkan, maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.410 unit rumah atau naik sekitar 600 persen.

“Peningkatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, baik di bidang pertanian, infrastruktur, sanitasi, maupun perumahan,” Ujarnya.

Sebagai Wakil Ketua DPR RI yang membidangi koordinasi ekonomi dan keuangan, Sari Yuliati menegaskan akan terus mengawal berbagai program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat NTB, khususnya Pulau Lombok.

Ia juga mengajak para kepala desa, pengurus P3A, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keberhasilan program yang telah diperjuangkan agar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Karena itu saya akan terus memperjuangkan lebih banyak program untuk Pulau Lombok dan sekitarnya dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tutupnya.

Peningkatan tajam jumlah Program P3TGAI Tahun 2026 dinilai menjadi bukti kuat bahwa pembangunan infrastruktur pertanian dan penguatan ketahanan pangan di Pulau Lombok semakin mendapatkan perhatian serius. Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, program tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Nusa Tenggara Barat.



Leave a Reply