- October 11, 2026
- Posted by: Eko Adjis
- Category: Berita
Bandung – Persiapan memasuki institusi TNI maupun Polri perlu dibangun melalui proses yang terarah, mulai dari pembentukan karakter hingga pemenuhan persyaratan seleksi. Kesadaran itu mendorong tokoh masyarakat Kotamobagu, Sudirman Sulaiman atau Haji Ninong, berdiskusi dengan Kolonel Kav. Edward Sitorus di Bandung.
Pertemuan tersebut dilandasi keinginan Haji Ninong untuk memperoleh masukan dalam mendampingi anak yang bercita-cita menjadi taruna TNI atau anggota Polri. Ia ingin memahami aspek-aspek yang perlu diperhatikan keluarga agar proses persiapan berlangsung secara baik dan proporsional.
Menurut Haji Ninong, peran orang tua penting dalam membangun kesiapan anak. Dukungan keluarga perlu disertai pendampingan yang memperhatikan kondisi fisik, kesiapan mental, kemampuan akademik, serta pembentukan kedisiplinan.
Edward Sitorus menjadi salah satu sumber pengalaman yang ditemuinya. Selain bertugas sebagai perwira TNI Angkatan Darat, Edward aktif membagikan konten edukasi melalui YouTube dan TikTok. Jumlah pengikutnya disebut mencapai sekitar 800 ribu.
Konten yang dibagikannya mencakup kehidupan prajurit, kedisiplinan, pembinaan diri, dan pengetahuan seputar dunia militer. Informasi semacam ini dapat menjadi referensi awal bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh lingkungan TNI.
Meski demikian, persiapan calon taruna maupun anggota Polri tetap harus mengacu pada persyaratan dan mekanisme resmi yang berlaku. Informasi dari media sosial dapat melengkapi wawasan, tetapi bukan pengganti pengumuman atau pedoman seleksi dari institusi terkait.
“Persiapan yang baik harus dilakukan secara wajar dan terukur, dengan tetap mengikuti seluruh ketentuan serta mekanisme seleksi resmi yang berlaku,” kata Haji Ninong.
Ia berharap pengalaman dan pandangan yang diperoleh dari pertemuan tersebut dapat membantunya menjalankan peran sebagai orang tua secara lebih optimal.
“Kami berharap nasihat dan pengalaman yang diperoleh dari Kolonel Edward Sitorus dapat menjadi bekal untuk memberikan pendampingan yang lebih baik kepada anak,” ujarnya.
Pertemuan ini juga memperlihatkan potensi media sosial sebagai sarana penyebaran pengetahuan. Ketika dimanfaatkan secara tepat, ruang digital dapat membantu masyarakat memperoleh wawasan awal untuk mendukung pendidikan, pengembangan diri, dan perencanaan masa depan generasi muda.// Kelana Peterson
