Biomax Technology Ingin Invastasi Di Palembang

PT Biomax Techonology asal Singapura di Griya Agung Palembang. Selasa (14/4).
PT Biomax Techonology asal Singapura di Griya Agung Palembang. Selasa (14/4).

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin menyambut baik, PT Biomax Technology yang akan berinvestasi di Palembang Sumatera Selatan. Hal tersebut dikatakannya usai beraudiensi dengan PT Biomax Techonology asal Singapura di Griya Agung Palembang. Selasa (14/4).
“Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik PT Biomax Technology yang akan berinvestasi di Palembang. PT Biomax Technology ini adalah perusahaan asal Singapura yang akan membangun pabrik pupuk organik dari sampah yang ada di Sumsel” ucap Alex.
Perusahaan ini sangat maju dalam hal pengolahan limbahnya. Sampah dijadikan pupuk organik dengan menggunakan enzim. Disamping itu, perusahaan ini juga sudah menerima banyak penghargaan internasional.
“Perusahaan Biomax ini ingin mengembangkan usahanya kenegara-negara lain termasuk ke Indonesia yaitu Palembang Sumatera Selatan. Mereka milih Palembang sebagai Kota Pertama di Indonesia karena, sampah yang ada di Palembang ini cukup banyak dan pasarnya juga banyak, sebab pupuk organik ini untuk perkebunan, pertanian dan tanaman industri” jelasnya.
Alex menambahkan dengan adanya perusahaan Biomax ini ada 2 masalah yang terpecahkan. “Pertama memecahkan masalah persampahan dan yang kedua kita mendapatkan pupuk organik bagi para petani,”ujarnya.
“Pemerintah Provinsi memberikan rekomendasi kepada perusahaan ini karena ini adalah ranah Kota Palembang. Kemudian kita akan melakukan kerjasama dengan seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel” pungkas Alex.
Sementara itu, Direktur Operasional Biomax Technology, Anton Wibowo mengatakan bahwa Biomax Technology adalah perusahaan asal Singapura yang fokusnya di bidang bio teknologi. “Jadi salah satu teknologi yang sudah kami hak patenkan  dan sudah banyak di gunakan di Internasional adalah teknologi yang mengolah limbah organik menjadi pupuk organik dalam waktu 24 jam” ucap Anton.
Teknologi ini bisa menggunakan limbah organik sebagi bahan bakunya. Misalnya limbah peternakan dari kotoran hewan, rumah potong hewan, bulu ayam. Kemudian bisa juga dari limbah pertanian misalnya dari kilang CPO atau dari kilang-kilang dari gas, pupuk maupun dari kulit padi juga bisa digunakan. (Fatur)



Leave a Reply