- October 27, 2015
- Posted by: admin
- Category: Berita
No Comments
Palembang, BP-Ketua Komisi II DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) H Joncik Muhammad mendukung upaya Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang meminta dimasukkan dalam APBD kabupaten kota dan Provinsi terkait penanganan kasus asap di Sumsel beberapa waktu lalu.
” Setuju , kita dukung agar penanganan asap kedepan perlu di anggarkan dalam APBD Sumsel itu penting , termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan termasuk asap itu semua sudah kita masuk dalam Dinas Kehutanan di APBD 2016,” katanya, Senin (26/10).
Karena itu karena plapon APBD 2016 sudah ditetapkan maka tidak boleh ada perubahan anggaran namun bisa dilakukan pergeseran anggaran saja.
“Kalau yang ada di Dinas Kehutanan Sumsel untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan termasuk asap di APBD 2016 ada sekitar Rp3,5 miliar , itu bisa di tambah lagi, itu harus harus sesuai dengan peruntukannya, berapa pengajuannya,” katanya.
Anggaran yang di masukkan dalam Dinas Kehutanan Sumsel Rp3, 5 lebih di fokuskan antisipasi jangan sampai terjadi kebakaran lahan termasuk antisipasi asap di Sumsel.
” Soal penambahan anggaran yang Rp3,5 miliar kita tunggu dari dinas terkait, kita setuju untuk di tambah lagi,” katanya.
Sementara itu Kapenrem Mayor Inf Dedi Sugiri kalau pihaknya tengah menyiapkan rumah singgah akibat kabut asap di Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI) dan Palembang dimana Palembang di siapkan di lima titik yaitu di Asrama Haji, Korem 044, Gapo, Ajendam II Sriwijaya, Dinsos di Jalan Sosial di Km5, Palembang dan di Depan Komplek Amin Mulia di Jaka Baring.
” Di rumah singgah tersebut syaratnya gedungnya tertutup, ada AC atau kipas angin , ada pelbed, matras , tempat tidur, MCK, tenaga medis, ambulance, penjagaan dari Satpol PP dan TNI dan makanan dan minuman, di Asrama Haji malah sudah di siapkan makanan, perlengkapan bayi dengan selimut ,” katanya.
Rumah singgah tersebut hari ini sudah siap dipergunakan untuk bayi dan balita termasuk orang dewasa termasuk di asrama haji.
” Dirumah singgah itu ada tenaga medis dua orang, dari dinsos ada enam orang juga rencananya besok ada Menkopolhukam rencananya akan mengecek rumah singgah di Asrama haji jamnya masih tentatif,” katanya.
Hingga kini kru Rusia dengan pesawat Beriev BE 200 dan helikopter Indonesia terus melakukan boombing terutama di OKI dan Muba.
Sementara itu pesawat Rusia Beriev BE 200 yang disewa oleh BNPB untuk memadamkan titik api di Sumsel terus dilakukan.
Pesawat Beriev BE 200 yang ditempatkan di Pangkal Pinang ini hingga saat ini masih tetap melakukan pemadaman di Air Sugihan, Kabupaten OKI.
” Hari ini, pesawat Rusia ini masih kita fokuskan untuk di Air Sugihan karena titik api disana masih banyak,” ujar Danlanud Palembang sekaligus Komandan Satgas Operasi Udara Letkol PNB Muhammad Riza Yudha Fahlefie usai Briefing, Senin (26/10).
Menurutnya saat ini, fokus pemadaman di Muba dan OKI masih menjadi prioritas karena masih banyak titik api disana.osk
