Macet Di Tol 2 Hari, Pemerintah dan Operator Jalan Tol Dapat Dituntut

 

macet2

Jakarta – Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pemerintah dan operator jalan tol bisa dituntut ganti rugi oleh masyarakat sebagai pengguna jalan tol. Pasalnya, akibat  kemacetan dua hari yang mencapai puluhan jam itu telah merugikan konsumen jalan tol, baik kerugian materiil dan atau kerugian immateriil.

“Secara makro, kenapa pemerintah dan operator jalan tol bisa dituntut ganti rugi, karena pemerintah gagal mengantisipasi lonjakan arus mudik Natal, yang berbarengan dengan arus mudik liburan, dan Maulid Nabi,” tegas Tulus di Jakarta, Sabtu 26 Desember 2015.

Akibat kegagalan itu, lanjutnya pemerintah tidak menyiapkan sumber daya yang cukup, baik petugas polri, petugas tol, dan petugas lapangan lainnya. Selain itu, ia menilai operator jalan tol dan polisi tidak menertibkan truk-truk barang yang mengambil jalur tengah, sehingga makin memperparah kemacetan.

“Seharusnya truk-truk barang digiring untuk mengambil lajur kiri. Dan yang membandel bisa diberikan tilang oleh kepolisian,” ungkapnya.

Tulus mencatat bentuk-bentuk kerugian konsumen selama macet di jalan tol adalah kerugian terhadap tarif tol yang dibayarkan. ” Seharusnya membayar tol adalah mendapatkan benefid atas kelancaran lalu-lintas, bukan malah kemacetan,”ujarnya.

Kerugian terhadap bahan bakar selama macet. Puluhan liter bahan bakar terbakar percuma selama macet;

Kerugian mengeluarkan ongkos lain selama macet, khususnya biaya untuk konsumsi, makan minum, dan lainnya.

“Belum lagi kerugian imateril, hilannya waktu libur, dan kerugian psikologis lainnya,” pungkasnya. (Iman Rosidi/Trijaya)



Leave a Reply