SFC Terlalu Terburu-Buru

1Palembang, BP-Sriwijaya FC nyaris memetik tiga poin saat menjamu Persela Lamongan pada lanjutan Torabika Soccer Championship (ISC) 2016, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (21/7) petang. Unggul dua gol lebih dulu,Laskar Wong Kito dipaksa menyudahi pertandingan dengan skor 2-2.
Sejatinya laga ini bakal berjalan mudah bagi skuad asuhan Widodo Cahyono Putro. Mereka membuka keunggulan saat babak pertama berjalan sebelas menit melalui Muhammad Ridwan. Beto Gonchalves menggandakan keunggulan SFC di menit 40 dari titik putih penalti.
Namun di Jose Pedrosa Galan mampu memperkecil ketertinggalan Persela pada menit ke-41. Petaka bagi sang tuan rumah datang pada menit ke-84. Serangan balik cepat yang disusun Persela memudahkan Victor Pae mendapatkan bola tepat di depan gawang. Mantan punggawa Persija Jakarta ini menuntaskannya dengan baik untuk memberikan Persela satu poin.
Widodo kecewa dengan hasil yang sangat di luar dugaan ini. Padahal, ia menargetkan tiga poin atas Persela. Menurut dia, pemain SFC bermain terlalu terburu-buru dan ingin secepatnya mengarahkan bola ke pertahanan Persela.
“Hasil yang tidak kita harapkan. Targetnya poin penuh, namun ternyata Tuhan berkehendak lain. Terus terang, pemain tidak berani memainkan bola dan terlalu terburu-buru mengirim bola ke depan,” kata Widodo saat konferensi pers.
“Mungkin tegang dan faktor hujan sehingga pemain bermain lamban dan ada beberapa keputusan terkesan terburu-buru. Dan ini satu hal yang sebetulnya harus kita hindari. Karena ini sangat menentukan dan Persela bisa memanfaatkan kesalahan kita,” tambahnya.
Ia mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari tahu penyebab penurunan performa anak asuhnya. Pelatih akan melakukan rapat dan konsolidasi. Termasuk kemungkinan mengubah komposisi pemain.
“Memang kita melakukan rotasi di beberapa sektor namun pemain yang dipasang harus siap. Dalam memainkan sepakbola menyerang, pemain harus menjaga keseimbangan dan mengawal area yang kosong. Ini yang tidak kita lakukan sehingga motivasi Persela meningkat dan mereka mampu mencuri poin,” tegasnya.
“Kalau menyerang atau melakukan overlapping, jangan lupakan pertahanan karena itu bisa menjadi titik lemah. Semua akan kita evaluasi terutama saat menghadapi Perseru, pokoknya tidak ada cerita lagi dan SFC harus mendapat poin penuh,” tukasnya.
Bek SFC, Anak Agung Ngurah Trisnajaya alias Nanak, meminta maaf kepada pendukung SFC karena gagal membantu timnya meraih kemenangan.
“Maaf, belum bisa menang. Padahal ini laga kandang. Tapi masih ada laga selanjutnya. Kami harus bermain maksimal. Mohon doanya,” ujarnya.
Pelatih Persela, Sutan Harhara, gembira timnya bisa meraih poin perdana di laga tandang. Padahal anak asuhnya dalam kondisi kelelahan usai takluk 0-2 dari Arema Cronus.
“Jelas kita kelelahan dan bermasalah dengan kebugaran pemain, namun kami mampu me-manage waktu. Kami beruntung bisa mencuri satu poin di kandang Sriwijaya,” ucapnya.
Tampil Mendominasi
SFC langsung tampil menggebrak sejak menit awal pertandingan. Beberapa kali upaya mereka masih bisa diredam pertahanan Persela. Namun, Persela juga memberikan ancaman lewat tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang dilepaskan Edy Gunawan. Namun bola masih bisa ditangkap kiper SFC Yogi Triana.
Hingga akhirnya, SFC berhasil mencetak gol pada menit ke-11. Ridwan berhasil memanfaatkan umpan tarik yang disodorkan Alberto Goncalves di area kotak penalti Persela. Skor pun berubah 1-0. Unggul satu gol, SFC semakin mendominasi jalannya pertandingan. Tapi, Persela juga beberapa kali memberikan perlawanan.
Namun, tim tuan rumah yang kembali bisa memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-40. Itu setelah, Beto berhasil memaksimalkan eksekusi penalti yang diberikan wasit Najamuddin Aspiran. Penalti itu diberikan setelah bek Persela Kristian Adelmund melakukan hand-ball di kotak terlarang.
SFC tak mengendurkan serangan mereka. Ridwan kembali mengancam lewat tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Tapi kali ini berhasil diblok kiper Persela Choirul Huda. Persela akhirnya berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada masa injury time babak pertama. Itu setelah, tendangan bebas jarak jauh Adelmund membobol gawang SFC. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persela mencoba mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Tendangan Dendi Sulistyawan masih membentur mistar gawang SFC.
Laskar Wong Kito juga tak tinggal diam. Tendangan Hilton Moreira dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap Huda. Begitu juga dengan sundulan Beto masih melenceng dari gawang Laskar Joko Tingkir.
Perlawanan ketat terus diberikan para pemain Persela. Supardi Nasir dan kawan-kawan pun tampak kesulitan untuk kembali membobol gawang tim tamu.
Justru Persela yang mampu menyamakan kedudukan, lewat skema serangan balik cepat yang berhasil dituntaskan Victor Pae menjadi gol pada menit ke-83. Skor berubah 2-2. SFC yang mengincar kemenangan pada laga ini, terus menggempur pertahanan Persela di sisa waktu yang ada. Tapi upaya itu tak berbuah gol. Hingga laga usai, skor tetap 2-2. # fer



Leave a Reply