Alex Noerdin Ajak Manfaatkan ‘Tax Amnesty’

1Palembang, BP-Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak para wajib pajak untuk segera melaporkan pajaknya, dengan memanfaatkan kesempatan program tax amnesty yang dicanangkan langsung Presiden RI Joko Widodo. Adanya program ini mempermudah wajib pajak melakukan pembayaran, juga tidak ada denda bagi yang telat melaporkan penghasilan keuangannya.
Alex mengatakan, momen ini harus bisa digunakan wajib pajak untuk membantu membangun negeri melalui penyetoran uang pajak. Hasil uang dari pajak tersebut dipergunakan untuk membangun berbagai fasilitas serta proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Sumsel dan dapat menumbuhkan kenaikan perekonomian.
Dilanjutkan Alex, Sumsel adalah wilayah yang nyaman, dan dipacu oleh pembangunan yang sedang bergerak pesat hal ini mendorong perputaran ekonomi untuk naik, dibandingkan wilayah lain yang semakin sulit. Maka bila masyarakat mendukung pemerintah dalam menaati pembayaran pajak, keuntungan akan didapat dalam segi wilayah, para investor akan berdatangan karena tertarik menanamkan modalnya, dan pengusaha di Sumsel akan semakin berkembang.
“Kesempatan ini hanya satu kali dalam seumur hidup tidak akan ada dibuka kesempatan lagi,”  kata Alex saat membuka acara audiensi Amnesti Pajak di Ballroom Hotel Novotel Palembang,  Senin (1/8).
Ia menyarankan, berapa pun uangnya, dari mana asalnya, bahkan yang ada di luar negeri dapat di-declare dan direpratriasi dan hanya dipungut sebesar 2 persen untuk pajak. Wajib pajak tak perlu ragu untuk melaporkan hasil penghasilannya, karena kerahasiaan akan terjamin, tak diketahui siapapun, juga dilindungi UUD.
Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pajak Sumsel-Babel M Ismiransyah M Zain mengatakan, program ini solusi tepat untuk para wajib pajak bisa memanfaatkan waktu untuk mendapatkan pengampunan pajak yang merupakan kebijakan dari pusat, dan diharapkan masyarakat bisa bergotong royong dengan pemerintah untuk membantu perekonomian di Sumsel.
“Dilakukannya amnesti pajak ini agar diharapkan para pengusaha Sumsel yang menyimpan dananya di luar negeri dapat memindahkan dananya dan menjadi  wajib pajak baru yang tertib, ini bisa membantu pendapatan negara,” ujar Ismiransyah.
Sementara itu Kepala Bank Indonesia wilayah Sumsel Hamid P Wibowo menyatakan, para wajib pajak telah dimudahkan adanya fasilitas bank pendamping guna mempermudah waktu pembayaran dan pengurusan pen-declare. “Tidak perlu bersusah payah mencari bank lain, tinggal dipilih ada BCA, BRI, BNI, dan juga pemilihan berkas yang dipilih, ada SITU, SIUP, tunai surat kewarganegaraan,” ujar Ponco.
Penyosialisasian mengenai amnesti pajak telah dilakukan oleh Presiden Jokowi bersama Kementerian Keuangan, bahkan terjun langsung ke beberapa kota seperti Makassar, Surabaya, dan Medan, untuk bisa menarik masyarakat agar mau mendaftarkan dirinya untuk menjadi wajib pajak.
Wakil Ketua DPRD Sumsel H Budiarto Marsul mengaku kalau pihaknya mengapresiasi adanya tax amnesty tersebut. “Kita belum lihat apakah ada pengaruhnya di Sumsel kita juga belum berkoordinasi dengan instansi pajak , tapi ini kalau ini berhasil ini bisa memacu pertumbuhan ekonomi kita, “ katanya, Kamis (4/8), di DPRD Sumsel.
Sedangkan kalangan akademisi Ade Indra Chaniago mengatakan, sebagai wàrga negara yang baik dan sekaligus wajib pajak, sudàh selayaknya merespon  UU tax amnesty.
“Hal tersebut penting mengingat, upaya pemerintah untuk menarik kembali uang yang beredàr di luar Negara kita. Dengan haràpan dana yang nantinya terhimpun, dapat digunakan untuk memaksimalkan pembangunan yang tengah digalakkan oleh Presiden Jokowi,” katanya. #osk



Leave a Reply