Bentrok Warga Versus Sekuriti Sawit

1Sekayu, BP-Bentrokan tragis antara   warga dan petugas keamanan perusahaan sawit di Kabupaten Muba terjadi. Bentok melibatkan   kelompok Madani cs yang berasal dari Kelurahan Kayu Are Kecamatan Sekayu dengan Penjaga Keamanan (PK) PT. GPI plasma Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh.  Tiga orang tewas  terkena tembakan dan bacokan benda tajam.

Bentrokan berujung  maut  terjadi sekitar pukul 10.30 WIB kemarin, di perkebunan sawit plasma PT. Gatri Peconina Industri (GPI) di Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh. Bentrokan diawali saat kelompok Madani yang berjumlah 20 orang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Kedatangan Madani cs  bermaksud memasang portal di Blok J plasma PT GPT Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh. Saat tengah memasang portal, datanglah kelompok PK PT GPI.  Kelompok keamanan ini  memberitahukan kepada Madani bahwa  pemasangan portal tersebut salah dan tidak boleh dilakukan. Himbauan tersebut tidak diindahkan oleh kelompok Madani Cs.

Keribuatan pun tidak dapat dihindari. Situasi semakin menyeramkaan sebab dalam bentrokan tersebut kedua kelompok sama-sama membawa senjata tajam berupa parang dan lainnya. Dalam.kelompok itu ada juga yang membawa  senjata api rakitan. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang tewas dan beberapa orang mengalami luka-luka.

Adapun korban tewas yakni berasal dari PK PT. GPI plasma, atas nama Mustakim, 39, warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh. Mustakim tewas lantaran menderita luka bacok pada bagian kepala dan leher. Irawan, 30, warga Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh yang tewas lantaran tertembak pada bagian dada sebelah kanan.  Satu korban meninggalnlainnya, Tarmizi, 31, warga Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Keruh yang tewas karena tertembak pada bagian dada sebelah kanan.

Sedangkan yang mengalami luka-luka yakni Gunawan 25, warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh yang mengalami luka tembak pada bagian tangan sebelah kanan. Arikasim, 25, warga Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu juga mengalami luka bacok pada tangan bagian kanan. Keduanya saat ini tengah dirawat di RSUD Sekayu untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

“Ya, akibat kejadian tersbebut tiga orang meninggal dunia. Semua korban yang tewas merupakan penjaga keamanan KUD, mereka tewas karena ditembak menggunakan senjata api rakitan (Senpira). Kejadian ini berawal dari sengketa lahan plasma,” ujar Kapolres Muba, AKBP Julihan Muntaha melalui Kasat Reskrim Polres Muba, AKP N Edyanto Sik, kemarin.

Lebih lanjut Edy menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dimana dari lokasi tersebut ditemukan barang bukti berupa Senpira dan senjata tajam jenis parang yang ditinggalkan usai bentrok terjadi. Selain itu pula, pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, salah satunya mendengarkan keterangan para saksi. “Saat ini tim sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang saat itu berada di TKP. Selain korban tewas, ada juga korban luka-luka atas kejadian itu. Semua korban sudah dilarikan ke RSUD Sekayu, baik yang tewas maupun yang luka-luka,” terang dia.

Sementara itu, Camat Sungai Keruh Yusfarizal membenarkan bahwa telah terjadi bentrok yang menewaskan tiga warganya. Bentrok tersebut diduga akibat permasalahan di lahan plasma. “Kami masih berkordinasi dengan kepolisian, bentrok ini semua sudah ditangani langsung oleh Polsek Sungai Keruh dan Polres Muba,” tandas dia.#arf



Leave a Reply