FOKUS PUTARAN DUA, SFC INGIN MAKSIMALKAN SETIAP LAGA

sfcGagal meraih hasil sempurna dalam tiga laga terakhir Torabika Soccer Championship 2016 membuat posisi Sriwijaya FC terlempar di urutan kelima papan klasemen. Hasil tersebut tentu bukan yang diharapkan mengingat manajemen mematok posisi tiga besar diakhir putaran pertama kompetisi.
Kendati demikian bukan berarti perjuangan skuad berjuluk Laskar Wong Kito untuk merengkuh gelar juara menjadi pupus. Pasalnya SFC masih menyisahkan 17 pertandingan lagi, jika saja anak asuhan pelatih Widodo C Putro mampu memaksimalkan laga demi laga tentu juara bukanlah hal yang mustahil untuk diraih.
“Tentu tidak ada yang mustahil, karena kita masih menyisahkan 17 pertandingan lagi. Kalau itu bisa dimaksimalkan tentu tidak ada yang mustahil, bukan hanya laga kandang namun juga tandang,” ungkap Widodo ketika dibincangi, Kamis (1/9).
Lebih lanjut dia mengatakan meski kini SFC memiliki jarak perolehan poin yang cukup signifikan namun dirinya masih berkeyakinan dengan pencapaian anak asuhnya di akhir musim nanti.
Evaluasi pun dilakukan demi memantapkan permainan tim yang lebih baik lagi. berkaca dari tiga laga terakhir dia mengatakan ada faktor teknis dan non teknis yang mendasari kegagalan SFC meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir tersebut  “Dari sisi teknis, pertama fokus pemain menurun pada menit-menit terakhir pertandingan. Lalu kedua soal komunikasi,” katanya.
“Bicara soal komunikasi, saat posisi kami sudah memimpin, naluri untuk menyerang tetap tinggi, ada upaya untuk menambah gol. Namun, pemain lupa bahwa bertahan juga penting dan harus diperhatikan,” jelas mantan pungawa Timnas Indonesia diera 90an itu.
Sementara itu dari sisi nonteknis, Widodo mengeluhkan kepemimpinan pengadil di lapangan yang membuatnya berulang kali melakukan protes. Widodo bahkan sampai menganggap permasalahan tersebut akan merugikan kompetisi, terutama baginya yang menganggap muara kompetisi adalah membawa pemain ke level tim nasional.
“Ya, kami sudah protes terus tapi tidak digubris. Tim kami bukan ingin dibela, saya pun berpikir bermain biasa saja,” ujar pelatih kelahiran Cilacap itu.
“Saya sudah terlibat dalam sejarah sepak bola Indonesia. Saya pun sudah pernah menangani timnas. Saya saat ini menjadi pelatih dengan orientasi para pemain bermuara ke timnas. Akan sulit menurut saya jika kompetisi tetap seperti ini padahal kita memiliki tujuan untuk membentuk timnas yang kuat,” lanjutnya.
Tidak hanya menganalisa faktor teknis dan non-teknis dari kegagalan timnya meraih tiga poin, Widodo pun sudah memiliki opsi antisipasi dari sisi teknis. Opsi tersebut tampaknya akan menjadi pertimbangan Widodo untuk mempersiapkan tim menghadapi laga di putaran kedua Torabika Soccer Championship. [yip]rmol.sumsel



Leave a Reply