BPBD Prov.Sumsel Gelar Rakor Terpadu Pengendalian Karhutlabun Tahun 2018

Palembang, —– Badan Pengendalian Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan  menggelar rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan lahan dan kebun (Karhutlabun) di ruang rapat kantor Dinas Kehutanan Prov.Sumsel,  di Palembang,  Jumat (05/01/2018). Rapar koordinasi pengendalian karhutlabun ini dipimpin langsung Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, DR. Najib Asmani, didampingi Kalaksa BPBD, H.Iriansyah, SKM., M.Kes  dan Plt. Kepala Dinas Kehutanan, Ir.Tumbur Marpaung M.Si
Selain itu, hadir Perwakilan dari Dinas Perkebunan Prov.Sumsel, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov.Sumsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Prov.Sumsel, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Sumsel, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan ini, Kalaksa BPBD Prov.Sumsel, H.Iriansyah mengatakan kondisi Karhutla Sumatera Selatan didasari Rapat Kerja Nasional Pencegahan Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, pada Hari Selasa 19 Desember 2017 di Jakarta dari data yang ada Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir  (OI) dan Muara Enim salah satu daerah rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
“Kalau di Sumsel sejauh ini ada 3 titik paling rawan terjadinya karhutla itu, yaitu OKI, OI termasuk Kabupaten Muara Enim,” sebut Iriansyah.
Orang nomor satu di BPBD Prov.Sumsel  ini mengatakan dari data pengalaman sebelumnya, saat musim kemarau titik api di wilayah Sumsel lumayan besar, terutama di 3 kabupaten yaitu OKI,OI dan ME. “Kebakaran pada malam hari yang menjadi masalah selama ini, dikarenakan ketebatasan sarana dan prasarananya serta jauhnya dari sumber air, untuk itu kedepan segala kendala dapat ditanggulangi bersama-sama, bekerja bersama-sama”, kata Iriansyah.
Sementara Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim, H.Najib Asmani, memberikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi ini dan Sumsel dinilai terbaik kinerja daerah bukan saja pengendalian kebakaran dan beberapa inovasi terutama Bios 44 dan Teknologi Pemadaman dari Polda sehingga Sumsel dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui kemitraan penggelolaan landskip mendapat penghargaan Juara Kesatu se- Indonesia.
upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan akan lebih efektif dan efisien, bila dilaksanakan sebelum terjadinya kebakaran hutan dan lahan, baik dari personil yang terampil serta peralatan yang memadai berupa pompa, selang, dan pendanaan dari semua sektor yang terkait, termasuk penggunaan dana bantuan desa.
Perlunya peralatan penanggulangan karhutla yang multifungsi serta mampu bergerak cepat berbagai medan diwilayah kebakaran hutan dan lahan, yang saat ini sedang dikembangkan rancang bangunnya oleh Korem 044 Gapo lanjut Najib.
Perlu dilakukan penguatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal di dekat kawasan yang rentan terbakar dan masyarakat yang biasa memanfaatkan hutan dan lahan baik, lahan hutan, perkebunan dan pertanian dengan cara membakar, kata staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim.
“Menyangkut kegiatan Asian Games 2018, meningkatkan kinerja yang selama ini sudah melakukan pengendalian kebakaran. Dari tahun 2015 sampai 2017  kejadian Karhutla menurun terus. Selama ini daerah OKI, Muba dan Banyuasi sudah terkendali tetapi ada daerah baru yaitu Ogan Ilir dan Muara Enim cenderung sering terjadi Karhutlabun”, Kata Najib
Kedepannya akan ditingkatkan lagi melalui pemberdayaan masyarakat di pedesaan, ada sekitar 170 desa yang rawan Karhutlabun ditambah Muara Enim bisa menjadi 200 desa selama ini Muara Enim belum termasuk desa rawan Karhutlabun, kita akan bina masyarakat dan dinas-dinas akan turun di wilayah tersebut menjelang Asian Games karena even ini mempertaruhkan nama bangsa, jadi melibatkan langsung masyarakat yang selama ini memang sudah dilaksanakan. Melalui Dana Desa ada beberapa program-program yang bisa dilaksanakan di desa melalui Peraturan Desa (PERDES). Pertama Kita akan melakukan Coach agar Kabupaten segera menerbitkan PERDES supaya dananya bisa digunakan, ujar Najib kepada Tim Media Center Diskominfo.
Dalam rapat koordinasi ini pula sejumlah pihak menyampaikan pendapatnya, upaya apa saja yang akan dilakukan untuk pencegahan dini terjadinya Karhutlabun sehingga tahun 2018 Sumsel Bebas Asap Bisa Terwujud.
MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS



Leave a Reply