GAPKI dan ILO Sepakat Bela Sawit, Lawan Kampanye Hitam

Kita bangga dan bersyukur, sawit jadi juara ekspor 2107 dan tertinggi sepanjang sejarah. Data BPS menunjukkan angka 21.9 M USD atau setara dengan Rp 300 Triliun.

Namun Gapki justru antisipasi serangan diskriminatif dan kampanye hitam yang lebih besar. Isu pekerja dan manusia menjadi “menu baru” yang digoreng para pembenci sawit.

Salah satu agenda utama adalah mengimplementasi tata dan praktek kerja yang baik dan memenuhi aspek K3 yang berlaku global dan sesuai kondisi (local context) kebum sawit Indonesia. Khususnya bagi petani yang menguasai 42% sawit indonesia tentu perlu dirumuskan khusus dan tidak bisa disamakan dengan perusahan (korporasi).

Dengan bantuan ILO, Gapki menyusun satu standar K3 yang juga bisa diterima pasar global sehingga tidak ada alasan untuk melakukan tuduhan tidak berdasar.

Acara workshop ini berlangsung 2 (dua) hari 7-8 Peb 2108 di Hotel Crown Jakarta. Melibatkan 50 peserta yang terdiri dari Gapki, Serikat Pekerja, LSM dan Para Ahli K3 ILO.

Tidak ada pilihan (no choice) diskriminasi dan kampanye hitam harus terus dilawan dengan berbagai cara. Termasuk menggandeng lembaga global seperti ILO. Walau teruals dihajar, sawit buktikan diri jadi penyumbang ekspor terbesar. Save Sawit Indonesia. Sawit Adalah Kita.

Sumarjono Saragih
Ketua GAPKI Nasional
Bid T Kerja



Leave a Reply